Pemkab Sleman dampingi promosi pemasaran UMKM di tengah pandemi COVID-19

id UMKM Sleman ,UMKM terdampak COVID-19,Pemkab Sleman,Kabupaten Sleman,Disperindag Kabupaten Sleman

Pemkab Sleman dampingi promosi pemasaran UMKM di tengah pandemi COVID-19

Disperindag Kabupaten Sleman saat meninjau UMKM grosir souvenir dan kerajinan batik "Vifas Batik" yang terdampak pandemi COVID-19. Foto Antara/HO-Humas Pemkab Sleman

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan tinjauan di sejumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah setempat untuk melakukan pendampingan dalam promosi dan pemasaran di tengah pandemi COVID-19, Kamis.

"Tinjauan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui secara garis besar kegiatan dan kondisi pelaku UMKM di wilayah Sleman di tengah pandemi COVID-19 mengingat adanya wabah tersebut memberi dampak langsung bagi perekonomian masyarakat," kata Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sleman, Dwi Wulandari di Sleman, Kamis.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya untuk membantu dan mendampingi UMKM di wilayah Kabupaten Sleman di tengah pandemi COVID-19.

"Pemkab Sleman terus berupaya untuk membantu mempromosikan produk-produk yang dibutuhkan di masa-masa pandemi awal melalui promosi daring atau online," katanya.

Ia mengatakan, selain itu juga dilakukan pendampingan bagi industri kecil dan menengah (IKM) produk masker untuk ikut dalam pengadaan barang dan jasa.

"Pendampingan juga dilakukan bagi kelompok atau sentra industri dalam pemasaran saring serta memfasilitasi pemasaran daring berbayar untuk meningkatkan pemasaran dan omzet IKM," katanya.

Dwi mengatakan, upaya lainnya Pemkab Sleman memberikan penangguhan angsuran dana penguatan modal selama enam bulan, mulai April sampai dengan September 2020.

"Kami juga bekerja sama dengan Gojek dan Grab dalam pengiriman produk yang merupakan salah satu bentuk pemasaran daring," katanya.

Salah satu pelaku UMKM sekaligus pemilik grosir souvenir dan kerajinan batik "Vifas Batik" Sushandoyo saat dikunjungi di tokonya mengatakan pada awal meningkatnya wabah COVID-19, produksi batik dan kerajinan miliknya mengalami penurunan.

"Sekitar awal 2020, kami banyak dihubungi pembeli atau pemesan untuk melakukan penundaan baik produksi maupun pengiriman," katanya.

Sushandoyo mengatakan kondisi tersebut berlangsung sampai Juni 2020, sehingga dirinya harus beralih dengan menerima pemesanan masker dan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tetap bertahan.

"Kami produksi masker dan APD malah satu hari bisa mencapai 250 masker dan APD terjual. Jadi kami selingi dengan produksi produk sebelumnya," katanya.

Sementara pada bulan Juli tahun 2020, Sushandoyo menyebut pemesanan produk batiknya kembali meningkat dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

"Pemesanan baik dalam maupun luar negeri mulai masuk," katanya.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan yang dialami salah satu produsen produk anak-anak "Fox and Bunny" yang terletak di Perumahan Griya Taman Asri, Pandowoharjo, Sleman.

Pemilik "Fox and Bunny", Novie mengaku penjualannya mengalami peningkatan.

"Selama pandemi COVID-19 penjualan meningkat bahkan lebih produktif karena banyak anak yang beraktivitas di rumah dan orang tua membutuhkan produk untuk anaknya beraktivitas," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar