Target capaian pembelajaran daring di Kota Yogyakarta 60 persen kurikulum

id pembelajaran daring,target,kurikulum

Target capaian pembelajaran daring di Kota Yogyakarta 60 persen kurikulum

Seorang siswa SD di Yogyakarta, Senin 3 Agustus 2020, menerima bantuan gawai untuk mendukung pembelajaran online yang dilakukan selama masa pandemi COVID-19. (ANTARA/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Kebijakan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh secara daring yang digelar selama pandemi COVID-19 di Kota Yogyakarta diikuti dengan perubahan target pencapaian kurikulum pada tahun ajaran 2020/2021 yaitu sekitar 60 persen.



“Dengan beberapa keterbatasan yang ada dalam proses pembelajaran secara daring, maka kami memperkirakan hanya ada sekitar 60 persen materi pembelajaran dalam kurikulum yang bisa disampaikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budi Ashrori di Yogyakarta, Selasa.



Meskipun demikian, lanjut Budi, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta akan mengupayakan akselerasi untuk memenuhi sisa target pembelajaran sebanyak 40 persen saat kondisi sudah memungkinkan.



“Kalau kondisinya sudah kembali normal, maka sisa target pembelajaran itu harus diakselerasi supaya target kurikulum tetap tercapai,” katanya.



Menurut dia, kondisi tersebut perlu dimaklumi namun Dinas Pendidikan akan berusaha agar kualitas pembelajaran melalui jarak jauh tersebut tetap terjaga dengan melakukan berbagai upaya dalam mengatasi kendala pembelajaran secara online.



Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, sebanyak 44 persen orang tua berharap agar pembelajaran tatap muka di sekolah bisa kembali diselenggarakan karena berbagai sebab, di antaranya kendala peralatan, akses internet, dan kendala orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah.



Namun demikian, ada sebanyak 56 persen orang tua yang tetap berkeinginan agar kegiatan pembelajaran bisa dilakukan jarak jauh karena masih khawatir dengan penularan virus corona jika anaknya harus pergi ke sekolah.



“Kami pun menyadari bahwa pembelajaran jarak jauh juga membutuhkan tambahan biaya, seperti pembelian pulsa untuk internet. Beberapa hal itu menjadi pertimbangan kami dalam menjalankan dan mengevaluasi setiap pembelajaran daring yang diselenggarakan,” katanya.



Ia menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah DIY, akan dilakukan ujian sekolah daerah pada 2021. “Materi yang diujikan disesuaikan dengan materi pelajaran daring yang disampaikan,” katanya.



Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyatakan, selain mengacu pada target pembelajaran sesuai kurikulum, dalam proses pembelajaran daring tersebut juga perlu disisipkan materi untuk meningkatkan “life skill” siswa.



“Tentunya, ‘life skill’ yang diajarkan harus relevan dengan kondisi saat ini,” katanya.



Sedangkan mengenai target pembelajaran daring, Heroe berharap, hasil pembelajaran daring tidak dijadikan sebagai tolok ukur untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.



“Dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, keputusan yang diambil memang harus drastis. Harapannya, hasil pembelajaran daring ini tidak dijadikan tolok ukur untuk masuk ke jenjang berikutnya,” katanya.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar