KBI dukung pengembangan UMKM untuk mitigasi pasca COVID-19

id kbi,umkm,covid-19

KBI dukung pengembangan UMKM untuk mitigasi pasca COVID-19

Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi (tengah) melihat lokasi pembuatan biogas (HO-Humas KBI)

Yogyakarta (ANTARA) - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI berkomitmen untuk mendukung pengembangan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UMKM), khususnya dalam upaya mitigasi pasca COVID-19.

"UMKM merupakan sektor yang sangat terpukul dengan adanya wabah COVID-19," kata Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi pada pencanangan Program Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dalam Pengembangan UMKM Pangan Lokal untuk Mitigasi Pasca COVID-19 di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul, Kamis.

Menurut dia, Program Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dalam Pengembangan UMKM Pangan Lokal untuk Mitigasi Pasca COVID-19 ini merupakan kerja sama yang dilakukan antara KBI dengan Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

"Kegiatan yang dilakukan ini merupakan kolaborasi antara program CSR dan kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang ada di KBI," kata Fajar Wibhiyadi.

Ia mengemukakan, dalam program pengembangan UMKM ini KBI dan Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian UGM memberdayakan UMKM kelompok tani agar mampu memproduksi pangan lokal meliputi produksi jus kemasan, singkong beku, keripik sayuran, dan keripik tempe.

"Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ke depan KBI akan terus memberikan memberikan dukungan kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan UMKM. Sebagai BUMN tentu peran kami tidak sekadar mencari keuntungan bisnis, namun lebih dari itu, kami juga dituntut untuk turut mengembangkan ekonomi masyarakat," kata Fajar Wibhiyadi.

Sebelumnya, KBI juga mendukung kesejahteraan petani di Desa Kebonagung, Kecamatan Imogiri dengan pembuatan kandang ternak dan pemanfaatan limbah menjadi biogas atau pupuk sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Ketua Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian UGM Prof Dr Ir Lilik Sutiarso mengatakan tujuan utama dari program pemberdayaan UMKM ini adalah mengembangkan usaha pengelolaan hasil tanaman buah dan makanan berbahan baku lokal.

Masyarakat diharapkan mandiri dan meningkatkan kemampuan kelompok wanita tani dalam mengelola UMKM pangan berbasis bahan baku lokal. Kelompok wanita tani mampu memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan wilayah agrowisata di Desa Selopamioro.

Selain itu, harapan ke depan dari pengembangan pemberdayaan UMKM ini mampu menjadi contoh bagi masyarakat di daerah lain untuk menerapkan kegiatan yang sama pascapandemi COVID-19

Menurut dia, Desa Selopamioro merupakan salah satu desa di Kabupaten Bantul yang memiliki potensi sumberdaya lokal berbasis sektor pertanian. Sejak adanya pandemi COVID-19, seperti daerah-daerah lain, ekonomi masyarakat di wilayah ini juga cukup mengalami dampak. 

"Kami menyambut baik apa yang dilakukan oleh KBI, dan tentunya ini merupakan bentuk nyata kepedulian KBI dalam skala yang lebih luas, yaitu  mengakselerasi program pemberdayaan masyarakat dan menjamin keberlanjutan program dari aspek penguatan jaringan sosial, ekonomi, dan lingkungan," katanya.

"Dengan adanya program pengembangan UMKM kerja sama dengan KBI ini ke depan diharapkan terjadi penguatan kapasitas UMKM Pangan Lokal di Desa Selopamioro dengan introduksi teknologi pertanian (alat dan mesin pertanian tepat guna), penguatan kapasitas dalam aspek produksi, kualitas dan keamanan pangan, serta peningkatan kemampuan ekonomi UMKM (keluarga)," kata Lilik Sutiarso.
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar