Bupati Sleman melantik 49 kepala desa terpilih pilkades "e-voting"

id Bupati Sleman ,Pilkades e-voting ,Pilkades Sleman e-voting,Pelantikan lurah Sleman ,Kabupaten Sleman

Bupati Sleman melantik 49 kepala desa terpilih pilkades "e-voting"

Bupati Sleman Sri Purnomo melantik 49 lurah terpilih dalam Pilkades serentak e-voting 2020. Foto Antara/HO-Humas Pemkab Sleman

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Purnomo melantik sebanyak 49 kepala desa terpilih dalam Penanganan Pilkades Serentak 2020 secara "e-voting" bertempat di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Sabtu.

Pelantikan dilakukan dengan pemberian tanda jabatan serta Surat Keputusan (SK) kepada perwakilan tiga orang kepala desa, yakni Kepala Desa Sendangarum, Kepala Desa Triharjo dan Kepala Desa Kepuharjo.

Bupati Sleman mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga Pilkades Serentak periode 2020-2026 di Kabupaten Sleman dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.

"Pilkades kali ini melalui perjalanan panjang sehingga dapat terlaksana, serta dilanjutkan dengan acara pelantikan pada Sabtu siang ini," katanya.

Menurut dia, sebelumnya gelaran Pilkades Serentak 2020 ini sempat tertunda dua kali, yakni pada Maret dan Agustus, dikarenakan masih merebaknya COVID-19.

"Setelah sukses melaksanakan Pilkada Serentak pada 9 Desember, kami kemudian mendapat izin dari Mendagri untuk menggelar pemilihan lurah secara e-voting pada 20 Desember 2020," katanya.

Ia berharap para lurah yang baru dilantik tersebut, ke depannya bisa merekatkan kembali hubungan antar masyarakat yang sempat merenggang sebab lamanya masa kampanye. Seluruh hasil proses demokrasi Pilkades telah ditentukan pada 20 Desember.

"Saya berharap para lurah harus bisa merangkul dan melayani seluruh masyarakat di kalurahan masing-masing," katanya.

Di samping itu, Bupati Sleman juga mengimbau para kepala desa terlantik untuk memberikan perhatian lebih terhadap penanganan COVID-19 di daerah masing-masing. Termasuk dampak yang diakibatkan oleh pandemi, khususnya di bidang ekonomi.

"Para kepala desa harus mampu menggerakkan kembali roda perekonomian demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Alokasi anggaran selain untuk infrastruktur, siapkan sebagian dalam rangka untuk menggerakkan sektor ekonomi, untuk menumbuhkan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat. Maka dari situ nanti akan muncul kekuatan ekonomi dari bawah," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar