Dandim 0730 menjadi orang pertama terima vaksin di Gunung Kidul

id Gunung Kidul,Vaksin

Dandim 0730 menjadi orang pertama terima vaksin di Gunung Kidul

Komandan Distrik Militer 0730/Gunung Kidul Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto siap disuntik vaksin. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Komandan Distrik Militer 0730/Gunung Kidul Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto menjadi tokoh pertama yang mendapat vaksin Sinovac di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, setelah sekretaris daerah dan Kapolres Gunung Kidul kondisi tekanan darahnya naik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gunung Kidul Drajad Ruswandono di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan saat dirinya dilakukan pemeriksaan tekanan darah naik.

"Alat pemeriksa tekanan darah yang pertama menunjukkan tekanan tinggi, lalu diperiksa sampai dua kali dengan alat berbeda tetapi masih tinggi. Biasanya 130-140 (mmHg), tidak tahu saat mau divaksin tekanan darahnya 180/100, sehingga tidak divaksin pertama," kata Drajad.

Begitu juga, Kapolres Gunung Kidul AKBP Agus Setiawan mengaku tekanan darahnya sempat tinggi. Setelah istirahat sebentar, tekanan daerah diukur kembali, dan hasilnya normal. Sesuai prosedur, calon penerima vaksin harus memiliki tekanan darah yang normal. "Akhirnya divaksin juga," katanya.

Sementara itu, Dandim 0731/Gunung Kidul Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto mengatakan divaksin itu tidak terasa. "Saya bagikan pengalaman disuntik tidak sakit, tidak terasa apa-apa, dan jangan takut," kata Noppy.

Direktur RSUD Wonosari Heru Sulistyowati mengatakan orang yang divaksin harus dalam kondisi badan benar-benar sehat. Vaksin adalah virus yang sudah dilemahkan, lalu diinjeksikan ke dalam tubuh. Untuk itu, pemeriksaan sebelum menerima vaksin wajib dilakukan. Selain pemeriksaan fisik, calon penerima akan ditanya bagaimana riwayat kesehatannya.

"Seperti apakah ada alergi atau tidak, sampai seperti apa riwayat sakit yang pernah diderita," kata Heru.

Meski sudah divaksin, ia meminta agar penerima tidak lantas mengabaikan kondisi kesehatan. Dosis pertama ini, kekebalan tubuh belum sepenuhnya terbentuk. Begitu juga pasca menerima dosis kedua nanti, potensi tertular COVID-19 tetap ada.

"Meski sudah divaksin, protokol kesehatan tetap wajib dilaksanakan. Meski sudah menerima vaksin, bukan berarti tidak bisa terpapar COVID-19," katanya.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar