Kepala BPIP: Santri harus cinta Tanah Air dan kuasai iptek

id BPIP, badan pembinaan idiologi pancasila,Yudian Wahyudi,wawasan kebangsaan

Kepala BPIP: Santri harus cinta Tanah Air dan kuasai iptek

Kepala Badan Pembinaan idiologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi saat menyampaikan orasi ilmiah di hadapan ratusan tokoh agama, tokoh masyarakat, ASN, siswa, guru dan tenaga kependidikan di Gedung Aula Serba Guna MAdrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (29/11/2021). ANTARA/HO - BPIP

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Kepala Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengimbau pada kalangan santri di seluruh penjuru Indonesia agar berkontribusi aktif dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan dengan terus memupuk rasa cinta Tanah Air sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di era revolusi industri 4.0.

"Sejarah dunia menunjukkan bahwa hanya bangsa yang menguasai teknologi yang bisa mengendalikan perubahan dunia," kata Prof Yudian Wahyudi dalam siaran pers yang dikirim BPIP kepada ANTARA di Tulungagung, Selasa.

Menurutnya, banyak faktor yang menjadi keuntungan atau keunggulan bangsa Indonesia. Salah satunya adalah kekhasan lokasi geografis yang menjadikan Indonesia negara subur dengan beragam produk pertanian unggul yang tidak dimiliki bangsa-bangsa lain.

Kenikmatan Tuhan ini harus disyukuri dengan rasa cinta Tanah Air yang mendalam, katanya.

"Berbarengan dengan itu, bangsa Indonesia juga dituntut menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," ujarnya.

Pesan ini berulang kali disampaikan Yudian dalam setiap kunjungan kerjanya ke daerah-daerah, bertemu berbagai komunitas kebangsaan di Tanah Air. Termasuk saat ia melakukan kunjungan kerja terakhir bertemu ratusan tokoh agama, tokoh masyarakat, ASN, siswa, guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Senin (29/11).

Dalam acara bertema Penguatan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan BPIP bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Paser tersebut, Yudian menegaskan bahwa penguasaan teknologi mensyaratkan penguasaan sains.

Oleh karenanya, kurikulum pendidikan Islam diharapkan memadukan pendidikan keagamaan dengan sains modern.

Khusus kepada ratusan siswa MAN Insan Cendekia yang berbaris rapi sepanjang satu kilometer menyambut kedatangannya, Yudian menyampaikan bahwa mereka sudah memiliki modal besar untuk maju, dengan berbagai fasilitas dan tenaga pendidik yang profesional.

"Modal ini perlu dikuatkan dengan doa agar semakin sukses di masa depan," katanya.

Sebagai simbol dukungannya untuk mendorong penguatan peran santri dalam pembangunan dan wawasan kebangsaan itu, BPIP menyerahkan donasi buku untuk perpustakaan MAN Insan Cendekia di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Buku-buku yang didonasikan diharapkan bisa mendorong semangat membaca, meningkatkan literasi, dan memotivasi siswa untuk maju, ujarnya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2022