Panti asuhan di Bantul bekali anak yatim dengan budi daya pertanian

id Panti asuhan Bantul ,Kegiatan pertanian ,Anak yatim

Panti asuhan di Bantul bekali anak yatim dengan budi daya pertanian

Tanaman selada merah, salah satu kegiatan pertanian di Studio Tani Agro Edu Sosio Religi yang dikembangkan LKSA Panti Asuhan An Nur Kabupaten Bantul, DIY. ANTARA/HO-Humas Pemkab Bantul

Bantul (ANTARA) - Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Yatim Putra Islam An Nur, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan Studio Tani Agro Edu Sosio Religi untuk memberikan bekal pengetahuan budi daya pertanian kepada anak yatim.

"Pemkab apresiasi atas pengembangan Studio Tani ini, mudah-mudahan ini dapat terus disempurnakan, sehingga semakin banyak manfaat yang dirasakan dan diperoleh oleh anak-anak yatim yang menjadi binaan LKSA An Nur," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di sela peluncuran Studio Tani Agro Edu Sosio Religi di LKSA An Nur Bantul, Senin.

Selain dapat memberikan bekal pada bidang pertanian, Studio tersebut juga diharapkan bisa memberikan ilmu sosial dan agama kepada para anak yatim binaan panti asuhan tersebut.

"Di kabupaten ini banyak sekali lembaga panti asuhan yang terus berkembang dan dengan senang hati, rela hati mengajak masyarakat untuk bergotong royong ingin mengentaskan, dan memperhatikan anak yatim sampai mereka bisa mandiri dan sukses di kemudian hari," katanya.

Oleh karena itu, Pemkab Bantul mendukung jika LKSA Panti Asuhan tersebut bisa terus mengembangkan sistem pertanian modern yang diserap dari para peneliti atau menjadi sarana penelitian pertanian modern.

"Harapannya bisa menjadi studio yang bisa dilihat, dipelajari secara mudah, karena kita memerlukan semacam tempat atau studio pertanian yang bisa dipelajari anak kita, generasi muda yang kita harapkan bisa mengembangkan sektor pertanian ini," katanya.

Apalagi, kata Bupati, di bidang pertanian yang merupakan salah satu bidang yang oleh Pemkab Bantul dinyatakan sebagai sektor prioritas pembangunan ekonomi, karena sektor pertanian di Bantul dihuni oleh mayoritas penduduk daerah ini.

"Karena pertanian di Bantul juga telah ditetapkan pemerintah pusat menjadi salah satu food estate atau penyangga pangan nasional terutama pada komoditi bawang merah dan cabai merah," katanya.

Bupati mengatakan, pertanian merupakan salah satu sektor usaha yang memiliki masa depan asal bisa dikelola secara profesional.

"Pada dunia pertanian terus ditemukan cara baru dari hasil penelitian yang mendalam, ada corporate farming, sustainable balanced farming (pertanian berimbang dan berkelanjutan), jika ini terus dikembangkan maka hasilnya sangat baik," katanya.

Sementara itu, Pimpinan LKSA An Nur Bantul, Eny Harjanti mengatakan, bahwa panti asuhan berusia 15 tahun pada tahun ini. Dalam kurun waktu tersebut LKSA An Nur rata-rata memiliki anak asuh kurang lebih 40 anak, dikarenakan fasilitas yang dimiliki hanya layak untuk jumlah tersebut.

"Bagi kami bukan jumlah orientasinya, tetapi seberapa besar kami dapat membantu mengentaskan anak-anak hingga sejahtera, mandiri dan bermakna dalam hidup," katanya.

Eny juga mengatakan, selain sekolah, anak-anak binaan LKSA An Nur juga diberikan keterampilan untuk menunjang kesejahteraan setelah berada di panti, seperti menyetir, mekanik, hingga memasak.

"Kami dipertemukan pemilik dan pengelola Studio Tani Kalisuci, Semanu, Gunung Kidul, yang berkenan mentransfer ilmu, mencurahkan pikiran dan tenaganya kepada kami, hingga terwujudnya Studio Tani Agro Edu Sosio Religi hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan ini," katanya.