Krisis Rohingya harus cepat diselesaikan

id pengungsi rohingya,bangladesh,myanmar

Krisis Rohingya harus cepat diselesaikan

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dalam Sidang ke-78 Majelis Umum PBB di New York, AS, Jumat (22/9/2023). (ANTARA/HO-UN Photo)

Jakarta (ANTARA) - Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mendesak komunitas internasional agar membantu menyelesaikan krisis Rohingya yang hingga kini tak kunjung jelas nasibnya.

Hasina menyatakan kehadiran pengungsi Rohingya di negaranya sudah “tidak tertahankan” yang menimbulkan dampak serius terhadap perekonomian, lingkungan, keamanan, dan stabilitas sosial-politik di Bangladesh.

“Ketidakpastian mengenai repatriasi telah menyebabkan rasa frustrasi yang meluas. Situasi ini berpotensi memicu radikalisasi. Jika masalah ini terus berlanjut, ini dapat berdampak pada keamanan dan stabilitas di seluruh wilayah dan sekitarnya,” kata Hasina dalam Sidang ke-78 Majelis Umum PBB di New York, AS, Jumat (22/9).

Etnis Rohingya terpaksa  keluar dari Myanmar sejak 2017 dan melarikan diri ke Bangladesh, akibat genosida, kejahatan kemanusiaan, dan pembersihan etnis yang dilakukan pemerintah Myanmar.

Bangladesh adalah negara yang membuka perbatasannya untuk pengungsi Rohingya yang hingga kini masih tinggal di Bangladesh.

Dia menyatakan pengungsi Rohingya ingin kembali ke negara mereka di Myanmar dan menjalani kehidupan yang damai.

Hasina meminta komunitas internasional agar mengambil tindakan nyata kepada rakyat Rohingya demi menciptakan keamanan dan stabilitas di kawasan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bangladesh desak komunitas internasional selesaikan krisis Rohingya
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2024