Tak sehat, Senin pagi, kualitas udara DKI Jakarta

id Pemprov DKI ,Jakarta ,Kualitas udara Jakarta ,Polusi udara,Udara Jakarta

Tak sehat, Senin pagi, kualitas udara DKI Jakarta

Arsip Foto - Warga beraktivitas dengan latar belakang gedung dan langit biru di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (12/9/2023). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Spt.

Jakarta (ANTARA) - DKI Jakarta pada Senin pagi tidak menduduki sepuluh besar sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, meskipun kualitas udara kota metropolitan ini masih masuk kategori tidak sehat.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.05 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di urutan ke-13 dengan angka 146 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 54 mikrogram per meter kubik.
 
Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
 
Sedangkan kategori baik, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.
 
 
Kemudian, kategori sedang, yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.
 
Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama, yaitu Delhi (India) yang berada di angka 498, urutan kedua Kolkata (India) di angka 414 dan urutan ketiga Lahore (Pakistan) di angka 265. Urutan keempat Baghdad (Irak) di angka 187 dan urutan kelima Sarajevo (Bosnia) dan Herzegovina di angka 186.
 
Lalu urutan keenam Karachi (Pakistan) di angka 185, urutan ketujuh Dhaka (Bangladesh) di angka 182, urutan kedelapan Kuwait City (Kuwait) di angka 157 dan urutan kesembilan Mumbai (India) di angka 157 serta urutan kesepuluh Doha (Qatar) di angka 155

Urutan ke sebelas Kota Ho Chi Minh (Vietnam) di angka 154 dan urutan kedua belas Tashkent (Uzbekistan) di angka 150.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kualitas udara Jakarta tak masuk sepuluh besar terburuk di dunia
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2024