Pelaku industri promosikan jamu Indonesia ke pasar mancanegara

id jamu,produk herbal,air mancur,combiphar,60 tahun air mancur

Pelaku industri promosikan jamu Indonesia ke pasar mancanegara

Pamong Budaya Ahli Madya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemedikbudristek) Yayuk Sribudi Rahayu, Direktur Utama PT Air Mancur Lim Suyantho dan Presiden Direktur Combiphar Michael Wanadi memberikan pemaparan pada Talk show perayaan HUT ke 60 Air Mancur di Jakarta, Sabtu (27/4/2024) . (Antara/Subagyo)

Jakarta (ANTARA) - Kalangan pelaku industri kesehatan herbal Indonesia siap mempromosikan jamu sebagai salah satu produk pengobatan asli nasional ke pasar global sehingga diterima dunia.

Presiden Direktur Combiphar Michael Wanadi di Jakarta, Sabtu menyatakan jamu sebagai produk kesehatan sangat potensial untuk ditingkatkan pemasarannya hingga ke skala internasional, seperti halnya produk-produk herbal dari beberapa negara seperti Korea dan China.

"Kenapa jamu kita tidak bisa dikenal dunia seperti ginseng (dari Korea). Kita ingin jamu dikenal dunia, " ujarnya dalam diskusi pada perayaan HUT 60 Air Mancur bertema "Inspirasi sehat dari Generasi ke Generasi".

Dengan menggabungkan kearifan lokal serta inovasi,  pihaknya optimis dapat terus mempromosikan gaya hidup sehat dan pengobatan tradisional Indonesia yang berkelanjutan kepada Indonesia bahkan dunia.



Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan untuk mengangkat jamu, menurut Michael yakni membangun reputasi/kualitas produk, angkat citra produk jamu, perbarui kemasan serta mengembangkan produk jamu untuk generasi milenial sehingga diharapkan menjadi tren di kalangan mereka.

Pada Desember 2019, lanjutnya, Combiphar mengakuisisi perusahaan jamu Air Mancur dan melakukan transformasi perusahaan dari jamu tradisional yang dulunya dikelola secara konvensional menjadi dikelola secara modern dengan teknologi modern sehingga diharapkan produk nasional tersebut mampu menembus pasar internasional.

Sementara itu Pamong Budaya Ahli Madya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemedikbudristek) Yayuk Sribudi Rahayu yang hadir dalam acara tersebut menyatakan peluang jamu produk Indonesia untuk diterima di dunia sangat tinggi.

Apalagi, lanjutnya, jamu Indonesia sudah ditetapkan Badan Dunia untuk Pendidikan dan Kebudayaan (Unesco) sebagai warisan kesehatan atau "wellnes culture" pada 6 desember 2023 dan telah menerima sertifikat pengakuan tersebut pada 25 April 2024.



"Untuk itu kita harus aktif memelihara, melestarikan produk jamu. Pemerintah akan memastikan warisan ini dilestarikan, dikembangkan dan dimanfaatkan masyarakat," ujarnya.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pelaku industri siap promosikan jamu ke pasar global