Dinkes Kulon Progo menyelenggarakan bimtek satu data dukung puskesmas

id Dinkes,Satu data,Kulon Progo,Dinkes Kulon Progo

Dinkes Kulon Progo menyelenggarakan bimtek satu data dukung puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan bimbingan teknis manajemen sistem informasi tentang satu data untuk mendukung aktivitas monitoring dan evaluasi program di puskesmas menggunakan District Health Information System Software (DHIS2).

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami di Kulon Progo, Rabu mengatakan bimbingan teknis (bimtek) ini memberikan wawasan baru untuk puskemas mengenai pengelolaan sistem informasi kesehatan (SIK) menggunakan satu data kesehatan.

"Harapannya data program yang ada diolah menjadi informasi untuk menunjang kebijakan puskesmas," kata Sri Budi.

Ia mengatakan materi yang disampaikan pada pertemuan ini yaitu analisa pengelolaan sistem informasi kesehatan (SIK).

Penguatan transformasi sistem informasi kesehatan salah satunya adalah integrasi dan pengembangan sistem data kesehatan, yakni membentuk aplikasi sistem data kesehatan (ASDK) puskesmas dengan mengintegrasi data kesehatan dari berbagai aplikasi dalam satu data kesehatan melalui DHIS2.

"Data ini untuk mendukung pengambil keputusan strategis berdasarkan analisis data yang terintegrasi dan valid," katanya.

Lebih lanjut, Sri Budi mengatakan ASDK puskesmas merupakan perluasan pemanfaatan satu data kesehatan tingkat kabupaten yang telah dikembangkan Dinas Kesehatan bekerja sama dengan SIMKES UGM sejak 2021.

"Semoga ASDK mendukung pelayanan kesehatan di Kulon Progo," katanya.

Tim Simkes UGM Guardian Sanjaya menyampaikan pengembangan ASDK puskesmas untuk memperluas pemanfaatan data kesehatan, semakin banyak pihak yang menggunakan data maka kualitas data akan semakin baik.

"Pengembangan ASDK puskesmas tanpa melakukan entri ulang ke aplikasi, karena data yang ada di DHIS2 sudah tersedia dan puskesmas tinggal memanfaatkan untuk kebutuhan monitoring dan evaluasi program di puskesmas," katanya.

Selain itu, Tim UGM juga melakukan simulasi dan pemberian akun untuk masing masing puskesmas sehingga kepala puskesmas dapat melihat dan memantau dashboard capaian kinerja puskesma sebagai materi kegiatan lokmin bulanan maupun lokmin lintas sektor.

"Pengembangan ASDK puskesmas merupakan upaya meningkatkan kapasitas SDM dalam utilisasi teknologi informasi serta penguatan manajemen dan kebijakan yang mengarah pada keberlangsungan program kesehatan," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2024