Polres Bantul siagakan ratusan personel amankan tradisi padusan

id Pengamanan padusan ,Bersih diri ,Jelang ramadhan

Polres Bantul siagakan ratusan personel amankan tradisi padusan

Kantor Kepolisian Resor Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Kepolisian Resor Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta menyiagakan ratusan personel untuk mengamankan tradisi padusan atau tradisi bersih-bersih diri menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah di kawasan pantai selatan kabupaten ini.

"Kami akan menerjunkan sebanyak 222 personel polisi untuk pengamanan tradisi padusan di pantai selatan Bantul," kata Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana di Bantul, Kamis.

Ratusan personel di jajaran Polres Bantul tersebut disiagakan di wilayah Pantai Parangtritis, Pantai Depok, Pantai Samas, Pantai Pandansimo, Pantai Baru serta lokasi lainnya yang menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat untuk merayakan padusan itu.

"Tidak ada rekayasa lalu lintas saat padusan, hanya saja petugas akan ditempatkan di penggal-penggal jalan untuk mencegah kemacetan. Apabila terjadi kemacetan baru akan ada rekayasa lalu lintas ke arah JJLS (jalur jalan lintas selatan)," katanya.

Dia mengatakan, dalam pengamanan tradisi padusan, Polres akan mendapat bantuan pengamanan dari Polairud Polda DIY, Tim SAR, tim reaksi cepat (TRC) dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Meski demikian, kata dia, Polres Bantul tetap meminta wisatawan atau masyarakat yang mandi di pantai untuk tetap berhati-hati dan waspada.

"Pantai selatan menjadi salah satu tempat untuk membersihkan diri dengan berendam. Tentu ada peringatan bagi mereka yang melakukan tradisi padusan untuk waspada dengan adanya palung yang berbahaya," katanya.

Dia mengatakan, kawasan pantai di Kabupaten Bantul terdapat potensi ancaman bahaya bagi wisatawan, yakni berupa titik palung di sejumlah lokasi.

"Kesimpulannya, kami tetap mengimbau, agar masyarakat tidak mandi di laut karena sangat berbahaya," katanya.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2025