Ratusan warga Kulon Progo memadati Pemandian Clereng untuk "padusan" (VIDEO)

id Padusan,Pemandian Clereng

Warga di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan tradisi padusan sebelum menjalankan puasa di sumber mata air Clereng. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Ratusan warga memadati tempat Pemandian Clereng di Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk melakukan tradisi padusan sebelum menjalankan puasa Ramadhan 1440 Hijriah.

Salah satu pengunjung Pemandian Clereng Mawardi di Kulon Progo, Minggu, mengatakan dirinya datang dan melakukan padusan di Pemandian Clereng karena airnya berasal dari mata air Clereng yang bersih.

"Padusan ini merupakan tradisi sebelum menjalankan puasa. Tujuannya membersihkan kotoran dalam tubuh, dan supaya menjelankan puasa dengan hati yang bersih dan lurus," kata Mawardi.

Ia mengatakan dirinya setiap tahun melakukan pandusan di Penandian Clereng ini, airnya sangat bagus untuk menyembuhkan penyakit kulit.

"Airnya bersih dan mengalir, sehingga membuat badan terasa seger dan sehat," katanya. Kepala Unit Sendangsari Clereng Santoso mengatakan tempat Pemandian Clereng sudah digunakan masyarakat untuk padusan sebelum puasa sejak ratusan tahun. Air di Pemandian Clereng sangat bagus dan bersih, dan membuat badan lebih seger setelah mandi.

Pada Minggu, 16.30 WIB, jumlah pengunjung tempat Pemandian Clereng mencapai 350 orang. Ia memperkirakan jumlah pengunjung lebih dari 400 orang. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding padusan 2018, satu hari menjelang puasa, jumlah masyarakat yang melakukan padusan hanya 250 orang.

"Jumlah pengunjung pada padusan tahun ini sangat banyak dibandingkan padusan 2018. Pengunjungnya dari berbagai wilayah di Kulon Progo," katanya.

Santoso tetap optimistis tempat Pemandian Clereng menjadi primadona untuk tempat padusan menjelang puasa, meski banyak bermunculan kolam renang yang dikelola oleh masyarakat secara mandiri.

"Pemandian Clereng memiliki kelebihan tersendiri dibanding tempat pemandian yang bermunculan sejak beberapa tahun terakhir," katanya.
Baca juga: Ribuan warga Bantul rayakan 'padusan' menjelang bulan Ramadhan
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar