Yogyakarta (ANTARA) - Kadipaten Pakualaman akan menggelar peringatan Hari Jadi Ke-213 dengan berbagai kegiatan budaya, sosial, dan perlombaan mulai 26 April hingga 25 Juni 2025.
Putra sulung Adipati Pakualaman BPH Kusumo Bimantoro dalam keterangannya di Yogyakarta, Senin, menuturkan acara tahun ini mengusung tema Manggala Gati Wiwaraning Rat untuk mengenang perjalanan panjang Kadipaten Pakualaman yang didirikan pada 22 Juni 1812 oleh KGPAA Paku Alam I.
"Tema ini mencerminkan harapan besar bagi pemimpin yang bijaksana dan penuh perhatian dalam membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan peran Kadipaten Pakualaman dalam menjaga serta mengembangkan budaya Yogyakarta," ujar BPH Kusumo.
Panitia Hadeging Kadipaten Pakualaman 2025 KRT Radyowisroyo menjelaskan peringatan ini terbagi menjadi tiga kategori utama, yaitu acara adat, acara sosial, dan perlombaan.
Sejumlah acara adat seperti bucalan, ziarah makam, hingga upacara adat wilujengan telah lebih dulu digelar pada Desember 2024 sebagai wujud rasa syukur atas berdirinya Kadipaten Pakualaman.
Di bidang sosial, Kadipaten Pakualaman menghadirkan program bertajuk Dharma Mulyarja di Kabupaten Kulonprogo, yang mencakup program gizi sehat untuk balita stunting, sosialisasi kesehatan ibu hamil, serta khitanan massal.
"Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat setempat semakin mengenal peran Kadipaten Pakualaman dalam kehidupan sosial," kata KRT Radyowisroyo.
Sebagai bagian dari upaya mengenalkan budaya, berbagai perlombaan akan digelar dengan melibatkan peserta dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA.
Beberapa lomba bahkan berskala nasional. Salah satu yang menarik perhatian adalah lomba mewarnai motif batik Pakualaman yang terbuka bagi semua kalangan, termasuk anak berkebutuhan khusus.
"Ini salah satu upaya untuk memasyarakatkan nilai-nilai budaya, termasuk kepedulian Gusti Putri terhadap anak-anak berkebutuhan khusus," ujar KRT Radyowisroyo.
Selain itu, serangkaian perlombaan juga diperuntukkan bagi pelajar mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa.
"Hal tersebut merupakan upaya mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda dan sejalan dengan visi Sri Paduka Paku Alam X dalam melanjutkan kewajiban leluhur Mataram sebagai pengemban kebudayaan dan sesuai dengan amanat UU Keistimewaan DIY Nomor 13 Tahun 2012," kata BPH Kusumo.
Puncak perayaan akan digelar dalam Resepsi Hadeging Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta Ke-213 atau 219 dalam penanggalan Jawa untuk internal dan tamu undangan di Kagungan Dalem Bangsal Sewatama.
Acara ini akan menampilkan tarian yang dipersembahkan Kawedanan Nitya Budaya, yaitu Mataya dan Langen Praja.
BPH Kusumo menambahkan, keterlibatan generasi muda dan masyarakat dalam peringatan ini merupakan bentuk peran serta tanggung jawab Kasultanan dan Kadipaten dalam menjaga dan mengembangkan budaya Yogyakarta.
"Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan generasi muda dan masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam kegiatan peringatan hari jadi Kadipaten Pakualaman," tutur dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kadipaten Pakualaman peringati Hari Jadi Ke-213