Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta menyarankan kepada para penghuni rumah yang bagian belakang tertimpa tanah longsor di wilayah Dusun Wunut, Desa Sriharjo, Imogiri untuk mengungsi sementara.
"Yang menjadi catatan adalah penghuni rumah sejumlah lima jiwa disarankan untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman," kata Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol saat dikonfirmasi di Bantul, Rabu.
Menurut dia, penghuni rumah yang terkena tanah longsor setinggi 25 meter usai hujan lebat yang mengguyur sejak Senin (2/3) hingga Selasa (3/3) pagi itu harus menyingkir sementara karena longsor susulan masih berpotensi terjadi bila kembali turun hujan lebat.
Dia mengatakan, terlebih kondisi tebing di belakang rumah Pak Juradi di Wunut Sriharjo Imogiri tersebut masih terdapat batu besar dan tanah yang berpotensi longsor susulan jika terjadi hujan dengan intensitas lebat.
"Situasi dinilai masih membahayakan karena terdapat risiko terjadinya longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan penghuni, jika material tidak segera dievakuasi dan dilakukan penanganan lebih lanjut," katanya.
Dia mengatakan, tanah longsor setinggi 25 meter terjadi karena kondisi tebing yang curam serta struktur tanah yang labil dan gembur. Selain tanah, bongkahan batu besar berdiameter empat meter, meluncur turun hingga merubuhkan tembok bagian belakang rumah dan area kamar mandi.
Detail kerusakan rumah tertimpa longsor yaitu kerusakan tembok rumah dengan panjang enam meter lebar tiga meter dan tinggi tiga meter, kamar mandi rusak dengan panjang tiga meter lebar tiga meter dan tinggi tiga meter, kerusakan pipa, atap asbes dan atap genteng.
Antoni mengatakan, dari kejadian tanah longsor menimpa rumah tersebut, BPBD Bantul sudah menerjunkan personel dibantu unsur terkait serta forum pengurangan risiko bencana (FPRB) Sriharjo guna melakukan kerja bakti dan pendataan kebutuhan.
"Untuk kebutuhan yang diperlukan dalam penanganan lebih lanjut yaitu bahan bangunan, logistik permakanan dan terpal satu buah," katanya.
