Bantul rancang konsep Taman Budaya gabungkan budaya dengan pariwisata

id Pemkab Bantul ,Taman budaya ,Gabungkan budaya dengan pariwisata

Bantul rancang konsep Taman Budaya  gabungkan budaya dengan pariwisata

Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merancang konsep Taman Budaya di Kelurahan Sendangsari, Pajangan yang menggabungkan antara budaya dengan pariwisata daerah tersebut.

"Konsep Taman Budaya sesuai master plan, nanti kalau yang di Sendangsari Bantul ini kan kita lebih banyak konsepnya budaya digabungkan dengan pariwisata," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul Zanatun Yunadiana di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, dengan konsep pariwisata dan budaya tersebut nantinya Taman Budaya yang pembangunan tahap pertama dimulai pada tahun 2026, harapannya nanti bisa sebagai pusat kegiatan budaya sekaligus aktivis pariwisata.

Dia mengatakan terlebih lokasi pembangunan Taman Budaya Bantul yang dianggarkan dari Dana Keistimewaan (Danais) tersebut, berada di atas bukit, sehingga terdapat pemandangan wilayah Bantul dan sekitarnya dari ketinggian.

Baca juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon dorong budaya jadi kekuatan ekonomi masa depan

Baca juga: Menteri Kebudayaan resminan penataan lanskap situs Candi Plaosan Klaten

"Taman budaya sebagai kegiatan budaya yang ada di situ mulai dari semua agenda budaya akan kita pusatkan di situ, kemudian letak posisi itu strategis di atas gunung, sehingga selain sebagai taman budaya juga sebagai tempat wisata," katanya.

Rencananya di Taman Budaya Bantul tersebut terdapat fasilitas gapura, kios UKM dan pasar seni, mushalla, landmark, pendopo, gedung pertunjukan tertutup (studio), sanggar budaya anak, galeri, tempat pertunjukan terbuka dan kios suvenir.

"Nantinya bisa sebagai destinasi wisata dengan view yang bagus, kemudian dengan bangunan yang bagus akan kita gabungkan di sana," katanya.

Lebih lanjut, pemerintah kabupaten menargetkan pembangunan Taman Budaya Bantul dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun sejak 2026 hingga 2028. Tahap pertama tahun ini dianggarkan sebesar Rp20,7 miliar.

"Master plan dan pembangunannya dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP). Kami di Dinas Kebudayaan nanti hanya menerima bangunan kalau Taman Budaya sudah jadi," katanya.

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.