Ekspor gula semut masih tinggi

Produk gula semut (ping) Kabupaten Kulon Progo, Daerah istimewa Yogyakarta, di ekspor ke Eropa, Amerika dan Australia. (Foto ANTARA/Mamiek)

Berita Terkait
Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Ekspor gula semut asli dari Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih tinggi lantaran tidak terkena imbas krisis ekonomi Benua Eropa dan Amerika.

Kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kulon Progo, Djunianto di Kulon Progo, Jumat, mengatakan, gula semut memiliki konsumen atau pembeli tersendiri.

"Selain itu, gula semut produksi Kabupaten Kulon Progo diproduksi secara organik dan memiliki standar kesehatan internasional. Sehingga krisis di Eropa dan Amerika tidak berdampak terhadap permintaan gula semut," kata Djunianto.

Ketua Kelompok Usaha Bersama Tiwi Manunggal Kecamatan Kokap, Sutriyana mengatakan, kelompoknya kebanjiran permintaan gula semut dari Jerman dan Amerika Serikat.

Harga gula semut berkisar Rp20.000 per kilogramnya. Harga gula semut lebih tinggi dibandingkan dengan harga gula cetak yang beredar di pasaran berkisar Rp11.000 per kilogram hingga Rp12.000 per kilogram.

Sementara itu kerajinan mebel buatan perajin Kulon Progo, juga tidak mengalami penurunan permintaan. Mebel yang diekspor berbahan kayu jati seperti meja, kursi dan almari tidak terkena imbas. Sedangkan, produk eskpor yang sedikit mengalami penurunan yakni kerajinan serat alam.

"Dampaknya tidak begitu besar, tidak sampai 10 persen. Berdasarkan pantauan dilapangan, permintaan terhadap tas tradisional dengan bahan baku pandan masihg tinggi dan permintaan datang dari Amerika dan Australia," kata Djunianto.

Sementara itu untuk mengantisipasi terhadap penurunan permintaan barang produksi dari Kulon Progo, kata Djunianto, Disperindag melakukan pendampingan dan meminta perajin meningkatkan mutu atau kualitas kerajinan.

"Kami juga memberikan pelatihan supaya ada peningkatan kemampuan dari sumber daya manusia dan kemampuan manajemen dalam bidang ekspor," kata dia.


(KR-STR)

Editor: Mamiek
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar