Sabtu, 23 September 2017

Damkar tangani 97 kasus kebakaran hingga September

id kebakaran
Damkar tangani 97 kasus kebakaran hingga September
Kebakaran lahan dan hutan (foto antaranews.com)
Yogyakarta (Antara Jogja) - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta mengimbau warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran karena hingga September sudah ada 97 kasus kebakaran yang ditangani.

"Sebagian besar memang kasus di luar Kota Yogyakarta, namun kasus kebakaran di dalam kota juga cukup banyak. Ada 40 kasus sampai bulan ini," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta Agus Winarto di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, 90 persen kasus kebakaran yang ditangani disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik meskipun ada penyebab lain yang juga perlu diwaspadai seperti kasus kebakaran yang terjadi di Patehan Kecamatan Keraton pada Rabu (13/9) pagi.

Kebakaran yang menghanguskan dua rumah warga tersebut diduga dipicu oleh api dari alat penambal ban yang menyambar tetesan bensin. Selain membuka bengkel tambal ban, pemilik juga menjual bensin secara eceran.

Akibat dari kejadian tersebut, dua warga mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Dua warga yang terluka tersebut adalah Parni Mubarok selaku pemilik bengkel yang mengalami luka bakar dan Eko Sadewo Hadi yang menderita luka akibat terkena seng.

Ia meminta, warga segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran apabila tidak mampu mengendalikan api. Sebagai penanganan awal, pemadaman api bisa dilakukan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang seharusnya sudah tersedia di setiap rukun warga (RW) .

"Jika tidak bisa menangani, maka harus langsung menghubungi petugas. Tidak perlu menunggu api membesar baru menghubungi petugas," kata Agus.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta, lanjut Agus, menargetkan "response time" 12 menit terhitung sejak memperoleh panggilan dari warga. "Kami berharap kerja sama dari pengguna jalan untuk mendahulukan kendaraan pemadam kebakaran sehingga bisa cepat sampai ke lokasi. Apalagi, lalu lintas di Yogyakarta sudah semakin padat," katanya.

Selain mengecek instalasi listrik, Agus juga mengingatkan warga untuk tidak menyalakan api di lokasi yang mudah terbakar seperti di lahan kosong. "Apalagi saat ini masih musim kemarau. Rumput yang kering mudah sekali terbakar. Beberapa waktu lalu, kami memperoleh panggilan memadamkan lahan yang terbakar akibat aktivitas membakar sampah," katanya.

(E013)


Editor: Mamiek

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga