Indonesia akan jadi Pusat Fisika Teori Asia

id ilmu fisika

Indonesia akan jadi Pusat Fisika Teori Asia

Ilustrasi (gudangvirtual.blogspot.com)

Jakarta (ANTARA Jogja) - Indonesia dinilai layak oleh para ahli fisika dunia menjadi Pusat Fisika Teori International (International Center for Theoretical Physics/ ICTP) region Asia Timur.

"International Atomic Energy Agency (IAEA) dan ICTP menilai Indonesia layak. Ini sesuatu yang membanggakan," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Djarot Wisnubroto di sela workshop "Entrepreneurship Physicists and Engineers from Far Eastern Developing Countries" di Jakarta, Senin.

Rencana tersebut kemudian didukung oleh Kementerian Riset dan Teknologi serta universitas-universitas seperti UI, ITB, UGM, ITS dan lain-lain di bawah Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud, serta Lembaga-lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) seperti BPPT dan LIPI serta berencana membentuk suatu konsorsium.

Menurut Djarot, dengan menjadi pusat fisika teori untuk Asia Timur, posisi Indonesia akan semakin diperhitungkan di bidang ilmu fisika di dunia.

"Kelayakan tersebut dilihat dari infrastruktur keilmuwannya seperti laboratorium serta sumberdaya manusianya yang cukup memadai. Dorongan ini melalui Batan karena kami telah memiliki hubungan kerjasama yang sangat erat dengan IAEA dan cukup sering menggelar kegiatan regional di bidang ketenaganukliran," katanya.

Fisika, disebutkan Direktur ICTP Fernando Quevedo, merupakan dasar dari teknologi, karena itu kemajuan dunia yang ada sekarang ini merupakan hasil dari perkembangan ilmu fisika teori.

ICTP merupakan suatu lembaga keilmuwan nirlaba yang didirikan pada 1964 di Trieste, Italia atas prakarsa Dr. Abdus Salam, pemenang Nobel bidang Fisika dari Pakistan yang kemudian didukung oleh para fisikawan dunia dan pemerintah Italia.

Kegiatan ICTP mencakup kerjasama riset, program pendidikan dan pelatihan, hingga workshop, dimana dalam setahun sekitar 80 kegiatan diselenggarakan di Italia dan 15 kegiatan lagi di negara berkembang.

Karena perkembangan sains dan teknologi yang pesat, kegiatan ICTP semakin banyak maka didirikanlah ICTP Regional Amerika Selatan di Sao Paulo, Brazil yang memulai kegiatannya pada 2012 ini.

Menurut Deputi bidang Penelitian Dasar dan Terapan Batan, Anhar Riza Antariksawan, dengan terbentuknya ICTP region di Indonesia, maka akan sangat menguntungkan Indonesia.

Di antaranya, dapat meningkatkan kapasitas SDM Indonesia di bidang ilmu fisika dan ilmu pengetahuan lain yang terkait, juga meningkatkan interaksi ilmuwan Indonesia dengan komunitas ilmuwan regional dan internasional.

"Indonesia juga akan menjadi magnet bagi ilmuwan mancanegara untuk datang ke Indonesia karena banyak kegiatan yang digelar," tambahnya.

Dikatakan Anhar, para alumni di Indonesia yang telah menikmati program ICTP lebih dari 400 saintis dan beberapa orang Indonesia juga ada yang pernah menjadi associate, semacam dosen tidak tetap, di ICTP.

Batan sendiri, katanya, sudah pernah menggelar dua kegiatan ICTP, yaitu workshop 'Wireless Sensor Network for Radiation Monitoring' pada Oktober lalu dan workshop yang saat ini sedang berlangsung 'Entrepreneurship for Physicist and Engineers from Far Eastern Developing Countries'.

Pada workshop ini para ilmuwan dilatih untuk mengarahkan ilmunya menjadi temuan yang dibutuhkan pasar, kata pakar Fisika dari UI Muhammad Hikam.

"Selama ini banyak ilmuwan fisika kita menemukan berbagai hal misalnya ferro electric untuk solar cell dan lain-lain, namun hanya berhenti di jurnal dan paten, workshop ini melatih kami membuat hasil temuan itu menjadi kongkret di masyarakat,"  katanya.

(D009)

Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar