KLH: tambak udang ancam konservasi penyu

id penyu

Ilustrasi (Foto Antara)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menilai keberadaan tambak udang mengancam keberadaan kawasan konservasi penyu di Pantai Trisik.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kulon Progo Suharjoko di Kulon Progo, Jumat mengatakan jumlah penyu yang mendarat di Pantai Trisik setiap tahunnya terus menurun.

"Kami khawatir tambak udang di Kawasan Pantai Trisik menyebabkan konservasi penyu terancam punah," kata Suharjoko.

Menurut dia, penyu sangat sensitif terhadap aktivitas manusia, apalagi lampu-lampu tambak udang setiap malam menyala dengan terang sehingga menyebabkan penyu enggan mendarat ke Pantai Trisik yang menjadi pusat konservasi penyu di Kulon Progo.

"Kami memiliki kewajiban melakukan konservasi penyu. Namun, kegiatan tambak menyebabkan pendaratan penyu jadi berkurang. Hal ini harus menjadi perhatian kita semua," katanya.

Ketua Konservasi Penyu Abadi Pantai Trisik, Joko Samudra mengatakan setiap tahunnya, jumlah penyu yang mendarat terus berkurang.

Pada 2006, jumlah penyu yang mendarat sebanyak 17 titik dengan dengan jumlah 1.500 tukik (anak penyu). Namun mulai 2013, jumlah tukik yang dilepas terus berkurang, yakni 200 ekor, menjadi 50 ekor, dan 2015 hanya 46 ekor.

"Kami khawatir, konservasi penyu di Pantai Trisik akan punah, seiring banyaknya tambak udang di wilayah ini," katanya.

Menurut dia, Pemkab Kulon Progo harus tegas dalam memprioritaskan pengembangan kawasan, khususnya Pantai Trisik.

Saat ini, kawasan Pantai Trisik ada tiga kegiatan yakni konvervasi penyu, penambangan pasir besi dan tambak udang.

"Kami berharap pemkab menentukan prioritas pengembangan Pantai Trisik. Kalau tambak udang dan pasir besi tetap ada, penyu tidak mungkin mendarat," katanya.

KR-STR
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar