DPRD minta Taman Gabusan berikan hiburan mendidik

id Gabusan

DPRD minta Taman Gabusan berikan hiburan mendidik

Pasar Seni Gabusan Bantul (antaranews.com)

Bantul, (Antaranews Jogja) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta meminta Taman Hiburan Rakyat Gabusan bisa memberikan hiburan yang mendidik kepada pengunjung yang notabene warga setempat.

"Saya minta pengelola Taman Hiburan Rakyat (THR) Gabusan agar dapat memberikan tampilan yang lebih mendidik, dengan menghadirkan hiburan yang sehat dan mencerdaskan," kata Anggota Komisi B DPRD Bantul Setiya di Bantul, Senin.

Menurut dia, menyambut 2018 harapannya Bantul benar-benar menjadi Sehat, Cerdas dan Sejahtera, sehingga dia berharap pemerintah daerah secara sungguh-sungguh membentuk karakter budaya masyarakat Bantul yang istimewa.

Salah satunya bisa diwujudkan dengan hiburan kepada masyarakat Bantul yang mendidik di THR Gabusan, taman hiburan yang dibuka beberapa waktu lalu guna menghidupkan kawasan Gabusan untuk pembangunan perekonomian dan budaya Bantul.

"Saya memahami kita perlu memberikan ruang hiburan yang mencukupi bagi warga Bantul, termasuk juga ruang aktualisasi seni budaya. Namun, jangan salah kaprah, karena muatan hiburan dan seni budaya itu mestinya juga memberikan nilai edukasi," katanya.

Dengan demikian, kata anggota DPRD Bantul dari Fraksi PKS ini, kalau malah menampilkan hiburan dengan artis yang tidak tepat ditonton anak-anak tentu akan jauh dari nilai kesopanan dan pendidikan bagi pengunjung itu sendiri.

"Saya sempat ada undangan pembukaan, namun tidak datang karena ada agenda lain. Nah kemarin kok dapat laporan masyarakat, kalau tampilannya mengerikan. Itu saja yang terblow-up di sosmed (sosial media), bisa jadi yang tidak ditampilkan lebih serem lagi," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya merasa terpanggil untuk menyoroti hal ini, karena THR Gabusan itu hasil kerjasama swasta dengan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bantul, sehingga dekat sekali dengan pengawasan pemerintah daerah.

"Sementara di sisi lain pemda kan ingin menjadi contoh untuk memberikan hiburan yang sehat dan cerdas. Bukan hiburan yang mengandung pornoaksi. Di sisi lain, kita sudah sangat prihatin dengan berbagai data yang menunjukkan kasus pornografi dan pornoaksi di kalangan generasi muda," katanya.

Dengan begitu, kata dia, jangan sampai apa yang ditampilkan malah menjadi bagian dari peningkatan persoalan pornografi, dan sudah semestinya pemda menjadi yang terdepan untuk menyelamatkan generasi dari korban pornografi dan pornoaksi.

"Tentang keberadaan THR Gabusan ITU tidak masalah, asa secara perizinan beres dan secara konten tidak bertentangan dengan norma masyarakat dan agama. Saya dukung asal bisa memberikan edukasi pada masyarakat dan generasi muda khususnya," katanya.***4***


KR-HRI


Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar