Pemdes Banyusuco dukung masyarakat mengembangkan tanaman murbei

id Ulat sutera

Lokasi pengembangan kawasan tanaman ulat sutera di Bantul, DIY (Foto ANTARA/Sidik)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Pemerintah Desa Banyusuco, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendukung masyarakat mengembangkan tanaman murbei yang merupakan makanan utama ulat sutera.

Kepala Desa Banyusoca, Sutiyono di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan petani yang ada di wilayahnya mulai berpikir luas untuk meningkatkan penghasilan keluar dari hasil pertanian palawija, dengan tumbuhan murbei.

Melihat potensi yang dihasilkan budi daya ulat sutra yang menguntungkan, pihaknya tahun ini berencana untuk mengembangkannya.

"Kami sediakan lahan seluas tujuh hektare untuk persediaan pakan ulat sutra," kata Sutiyono.

Dia mengatakan masyarakat di Banyusuco belum bisa produksi sutera, namun Banyusoca saat ini menjadi suplier pakan ulat di wilayah Kabupaten Bantul.

"Saat ini kami mengirim pakan ke wilayah Mangunan. Di sana sudah mulai produksi," imbuh dia.

Sutiyono mengatakan pihaknya saat ini telah melakukan pelatihan dan pembinaan kepada para petani yang ada di wilayahnya. Nantinya, selain untuk budi daya, Desa Banyusoca nantinya akan dijadikan wisata edukasi.

"Di Desa Banyusuca sudah ada petani lebah, dan saat ini budi daya tanaman murbei itu. Kami akan kembangkan sebagai wisata edukasi untuk para pelajar ataupun umum," katanya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya sedang berada pada tahap pembentukan kelembagaan. "Ke depan dibentuk kelembagaan, sehingga bisa mengelola dengan baik, dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya. 

(U.KR-STR)
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar