Bleberan kembangkan wisata sejarah Gua Rancang Kencana

id Gua Rancana Kencana,Bleberan,Gunung Kidul,Sri Getuk

Perahu penyebrangan menjadi andalan warga Jelok Anak-anak sekolah menggunakan perahu agar dapat menyebrangi sungai Oya di Desa Beji,Patuk,Gunung Kidul,jumat (15/12). Akibat banjir bandang 28 November lalu jembatan gantung yang menjadi penghubung antara desa Jelok dan dengan desa Beji kecamatan Patuk putus, menurut warga sekitar belum ada upaya pemerintah daerah untuk membenahi dan membangun kembali jembatan yang menjadi akses utama warga tersebut.(Foto ANTARA/Dimas Andhika/ags/17)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Pengelola Desa Wisata Bleberan, Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengembangkan Gua Rancang Kencana sebagai salah satu objek wisata sejarah karena menurut penelitian sudah dihuni sejak 3000 tahun lalu.

Ketua BUMDEs Desa Bleberan Tri Harjono di Gunung Kidul, Minggu, mengatakan Gua Rancang Kencono terbagi dalam tiga ruangan utama dimana ruangan pertama berupa mulut goa, ruangan kedua berupa ruangan dengan luas sedang, dan ruangan ketiga merupakan ruangan paling dalam dan paling sempit.

"Di mulut gua yang terdapat banyak stalaktit dan stalakmit, diduga menjadi tempat tinggal manusia dalam waktu yang cukup lama," katanya.

Selanjutnya, kata Tri Harjono, ruangan kedua merupakan ruangan berukuran sedang dengan ukuran sekitar 3 x 3 meter. Di tempat ini konon pernah digunakan sebagai tempat bersembunyi oleh prajurit Kerajaan Mataram Islam dari kejaran Belanda. Selain itu terdapat bongkahan batu berbentuk seperti meja yang digunakan sebagai tempat bersemedi.

Ruangan terakhir terdapat prasasti di bagian dinding goa bertuliskan isi janji prajurit. Janji prajurit yang tertulis dalam prasasti Prasetya Bhinnekaku ini dicetak dengan latar warna hitam dengan tulisan berwarna putih dan simbol merah putih dibagian tengah.

"Penamaan Gua Rancang Kencana ini menurut legenda yang dipercaya kami, berarti rancang artinya perencanaan, kencana berarti emas. Dulu menurut cerita turun temurun dulu gua rancang digunakan kyai Putut Linggabawa, Kyai Sorengpati dan Kyai Kromowongso dari mataram untuk mengatur serangan ke Belanda," katanya.

Ia mengatakan untuk menikmati keindahan gua dan air terjun Sri Getuk, pengunjung cukup membayar Rp15.000, sudah bebas parkir dan toilet.

"Sebagian hasil retribusi digunakan untuk membayar retribusi pemkab, dan pengembangan kawasan wisata Sri Getuk. Ke depan, kami berharap pengunjung bisa belajar sejarah di Gua Rancang Kencana," katanya.

Sementara, Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya, Dinas Kebudayaan Gunung Kidul Winarsih mengatakan gua ini telah digunakan oleh manusia dari tiga zaman yang berbeda mulai zaman pra sejarah hingga manusia modern.

"Gua ini sudah dihuni sejak 3000 tahun yang lalu dengan temuan bukti tulang manusia oleh Arkeolog UGM," katanya.

Dia mengatakan Beberapa puluh tahun yang lalu saat warga menemukan gua tersebut, ditemukan beberapa fosil tulang belulang manusia dan beberapa artefak batu berbentuk arca macan dan arca nandhi (sapi).

"Saat ini disimpan di Situs Bleberan dan sebagian lagi disimpan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta," katanya.
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar