UIN Sunan Kalijaga membuka program studi baru pascasarjana

id wisuda

Ilustrasi upacara wisuda lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. ( (Foto Istimewa)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta membuka program studi baru pascasarjana untuk mengakomodasi masyarakat yang ingin kuliah di universitas tersebut.

"Program studi yang baru dibuka di antaranya Program S-3 Pendidikan Agama Islam, S-2 Manajemen Pendidikan Islam, S-2 Pendidikan Bahasa Arab di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dan S-2 Informatika di Fakultas Sains dan Teknologi," kata Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Yudian Wahyudi di Yogyakarta, Kamis.

Usai mewisuda sebanyak 802 sarjana di Gedung Prof Dr HM Amin Abdullah UIN Sunan Kalijaga, Yudian mengatakan dalam rangka menjaga mutu, UIN Sunan Kalijaga sedang mempersiapkan diri untuk mengajukan reakreditasi institusi kepada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk mempertahankan nilai A Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) yang telah diperoleh empat tahun lalu.

Selain itu, UIN Sunan Kalijaga sedang mempersiapkan diri untuk menjalani akreditasi internasional dari ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) sebagai salah satu tahapan menuju World Class University in Islamic Studies.

Dalam rangka mematangkan seluruh proses akreditasi tersebut, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan "Workshop Penyusunan Borang Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) pada 12 Februari 2018.

"Workshop itu tidak hanya diikuti tim penyusun borang akreditasi UIN Sunan Kalijaga melainkan juga peserta dari LPM Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) seluruh Indonesia. Hal ini makin mengukuhkan posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai contoh bagi PTKI lainnya dalam hal penjaminan mutu," kata Yudian.

Komitmen UIN Sunan Kalijaga untuk menjaga kualitas mutu bahkan telah diakui juga di level regional ASEAN. Terbukti dari terpilihnya Rektor UIN Sunan Kalijaga menjadi President of Asian Islamic Universities Association (AIUA) dalam The Sixth Annual General Meeting Asian Islamic University Association di Ternate pada 11 November 2017.

AIUA adalah perkumpulan lebih dari 60 universitas Islam di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand, dan berupaya meluaskan keanggotaan ke seluruh Asia. Pada sidang ketujuh AIUA di Perlis Malaysia pada 14-15 Maret 2018, peserta secara bulat memilih UIN Sunan Kalijaga sebagai sekretariat AIUA-QA (AIUA Quality Assurance).

"AIUA-QA diluncurkan sebagai 'platform' penjaminan mutu universitas-universitas Islam, baik untuk anggota AIUA maupun non-anggota. Selain itu, berdirinya AIUA bertujuan untuk mempererat kerja sama antarperguruan tinggi Islam di Asia di bidang pendidikan, pengajaran, penelitian, 'sharing' publikasi ilmiah, dan pengabdian masyarakat," kata Yudian.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik UIN Sunan Kalijaga Handarlin A Umar dalam laporannya mengatakan, 802 wisudawan pada wisuda periode III T/A 2017/2018 itu terdiri atas 2 orang lulus D-3, 691 orang lulus S-1, 101 orang lulus S-2, dan 8 orang lulus S-3.

Ia mengemukakan, dari jumlah lulusan yang diwisuda tersebut, 52,39 persen lulus dengan predikat cumlaude dan 45,73 persen lulus sangat memuaskan. Hasil ini merupakan prestasi yang amat membanggakan.

"Sampai dengan wisuda kali ini, jumlah lulusan atau alumni UIN Sunan Kalijaga sebanyak 57.674 orang, 583 orang di antaranya bergelar doktor dan 5.011 bergelar magister," kata Handarlin.
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar