Dubes: keluarga berperan dukung pemberdayaan ekonomi perempuan

id ICW 2018

Duta Besar Republik Islam Afghanistan untuk Indonesia, Roya Rahmani (kanan) menjadi pembicara dalam workshop soal pemberdayaan ekonomi perempuan dalam rangkaian Sidang Umum ke-35 International Council of Women (ICW) di Yogyakarta, Kamis (13/9). (Foto Antara/Luqman Hakim)

Yogyakarta  (Antaranews Jogja) - Duta Besar Republik Islam Afghanistan untuk Indonesia, Roya Rahmani mengatakan keluarga memiliki peran penting untuk mendukung upaya pemberdayaan ekonomi perempuan di dunia.
         
"Keluarga memiliki peran untuk membangun rasa percaya diri perempuan terlibat dalam kegiatan ekonomi," kata Roya dalam workshop "Womens and Economic Empowerment" sebagai rangkaian Sidang Umum ke-35 International Council of Women (ICW) di Grand Inna Malioboro, Yogyakarta, Kamis sore.
         
Menurut Roya, di berbagai negara banyak perempuan yang terkendala dukungan keluarga khususnya dari suami untuk menyalurkan talenta atau kemampuannya dalam kegiatan ekonomi baik bekerja di luar rumah atau berwirausaha secara mandiri.
           
"Ini kenyataan, ada yang semua tergantung laki-laki (suami) bahwa perempuan sebaiknya cukup mengurus anak sebagai ibu," kata dia.
           
Mengutip Asian Development Bank, Roya menyebutkan populasi perempuan di Asia, kurang dari 50 persen perempuan bekerja, dibandingkan dengan 80 persen laki-laki yang bekerja. Gaji yang diterima perempuan juga lebih murah 25 persen dibandingkan laki-laki. 
         
 Menurut Roya, selain untuk memenuhi hak perempuan untuk nenyalurkan kemampuannya, pemerdayaan perempuan dalam bidang ekonomi juga dapat menekan tingkat kekerasan kepada kaum perempuan. "Oleh karena itu mengapa ini membutuhkan dukungan serius dari keluarga," kata dia.
         
Selain keluarga, menurut dia, pendidikan juga tidak kalah penting membangun rasa percaya diri perempuan untuk bergelut dalam pemberdayaan ekonomi. Apalagi, menurut Roya, di era Revolusi Industri 4.0 yang berbagai bidang pekerjaan akan dipenuhi dengan penggunaan teknologi otomasi.
       
Peserta workshop Sidang Umum ke-35 ICW dari Thailand, Clara mengaku nekat dan memiliki keberanian memutuskan terjun bekerja dan berwirausaha karena terdesak persoalan ekonomi setelah suaminya meninggal dunia. 
       
"Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan setelah suami saya meninggal. Saya tidak tahu bagaimana membayar pendidikan anak saya. Tetapi akhirnya bisa dikatakan sudah sukses dalam karier dan membangun usaha," kata Clara.
   
 Sidang Umum ke-35 ICW yang berlangsung 13-20 September 2018 mengusung tema Mentransformasi Masyarakat Melalui Pemberdayaan Perempuan (Transforming Society through Women Empowerment).
     
Sidang Umum ke-35 ICW dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia itu diselenggarakan oleh ICW, Kowani (Kongres Wanita Indonesia), dan didukung penuh oleh Kementerian BUMN dan 35 BUMN, termasuk Kantor Berita Antara.
     
Penyelenggaraan Sidang Umum ICW 2018 ini bertepatan dengan 130 tahun keberadaan organisasi ICW dan 90 tahun  Kowani.
     
Rangkaian acara didahului dengan Pertemuan Dewan Direktur ICW pada 11-12 September 2018, Pembukaan Sidang Umum ke-35 ICW pada 13 September 2018, Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia pada 13-14 September 2018, Upacara Pembukaan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 September 2018, pelaksanaan sidang-sidang dalam Sidang Umum ke-35 pada 14-18 September 2018, berkunjung ke Balai Ekonomi Desa pada 18-19 September 2018 di sekitar kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dan Pertemuan Dewan Direktur Baru ICW pada 20 September 2018.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar