Situs torrent jadi sarana aksi pelaku kejahatan siber

id cyber crime

ilustrasi (istimewa)

Jakarta (Antaranews Jogja) - CEO NSHC Inc Security Korea Louis Hur memperingatkan kepada pengguna internet mengenai bahaya dari penggunaan torrent dunia maya, mengingat jenis situs ini biasa dijadikan sarana penjahat siber atau pengguna dark web untuk beraksi.

"Kita suka menggunakan situs-situs torrent untuk mengunduh video, game dan sebagainya. Di torrent kita mengenal yang namanya seeder, informasi yang dibagikan saat kita mau mengunduh sesuatu dengan menarik magnet url-nya yang berisi daftar seeder. Nah para penjahat siber ini menggunakan seeder-seeder informasi tersebut untuk berbagi file," ujar Louis Hur di Jakarta, Kamis.

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa seeder-seeder ini bisa dibilang sulit dilacak asal-usulnya, mengingat masyarakat hanya mendapatkan dari seeder-seeder link tersebut.   
   
Maka dari itu, menurut Louis, seeder-seeder ini digunakan oleh pengguna dark web dan penjahat siber untuk berbagi informasi agar susah untuk dilacak. Mengingat di torrent itu sifatnya peer to peer, pelaku kejahatan siber bisa mencuri data secara langsung tanpa melalui route manapun.

"Ini merupakan situs anonim di mana kita bisa mengunduh film dan file apapun tanpa mengetahui identitas providernya. Hal tersebut merupakan salah satu cara dari pengguna dark web untuk menyembunyikan dan melindungi identitas mereka," katanya dalam presentasi di booth PT. Informasi Netta Markindo (INM) dalam acara Homeland Security Indonesia 2018.

Dalam acara tersebut PT. Informasi Netta Markindo bersama konsorsiumnya menghadirkan pameran sektor-sektor terkait keamanan siber dan infromasi mulai dari digital forensic, mobile forensic, cyber physical security operations center, open source intelligence, hingga pelatihan keamanan siber. 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar