Gunung Kidul dapat bantuan rehabilitasi dampak Badai Cempaka

id Sungai Oya,Badai cempaka

Perahu penyeberangan melintasi Sungai Oya.(Foto ANTARA/Dimas Andhika/ags/17)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mendapat bantuan anggaran rehabilitasi dan rekondisi infrastruktur akibai Badai Cempaka 2017 sebesar Rp75.248.655.700.
     
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul Edy Basuki di Gunung Kidul, Senin, membenarkan adanya pemberitahuan tersebut, namun sampai dengan saat ini dana tersebut belum bisa dicairkan.
     
"Surat memang sudah turun, perlu proses. Belum (dana belum cair), nanti penandatanganan hibah dulu baru cair paling lambat 30 hari," kata Edy.
     
Ia menambahkan Gunung Kidul mendapatkan kucuran dana paling banyak diantara kabupaten lainnya di DIY. Hal tersebut menurutnya terjadi lantaran selama bencana terjadi Kabupaten Gunung Kidul menjadi wilayah yang paling terdampak.
     
"Se-DIY memang kita paling banyak," ucap dia.
     
Ia menjelaskan terkait alokasi dana sendiri pihaknya belum bisa mengetahui secara persis. Saat ini pihaknya masih teus menunggu arahan dari BNPB untuk rencana pembangunan dampak bencana alam tahun lalu tersebut.
     
"Per itemya kita menunggu sosialisasi dari BNPB," kata dia.
     
Namun demikian, secara garis besar dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan jembatan serta pembangunan rumah. Menurut data yang masuk pada pihaknya,  ada sekitar 100 unit rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam banjir tahun lalu.
     
"Ada juga tujuh jembatan baik berukuran kecil maupun besar hancur. Dana itu juga untuk perbaikan dan pembangunan bangunan yang terdampak," lanjut dia.
     
Disinggung mengenai waktu lengerjaan, Edy juga belum bisa menentukan secara pasti waktu dimulainya. Namun demikian, secara aturan, disebutkan bahwa batas pembangunan itu harus dilakukan maksimal satu tahun.
   
 "Ada waktu satu tahun setelah dana cair. Kita berharap agar dapat segera dilakukan pembangunan," kata dia.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar