Jalur permanen "Jogja International Heritage Walk" diresmikan

id Gunung Merapi

Wisatawan berada di kawasan wisata lereng Gunung Merapi, Bungker Kaliadem, Sleman, DI Yogyakarta. Aktivitas wisata lereng Gunung Merapi. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/18.



Sleman  (Antaranews Jogja) - Wakil Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Muslimatun didampingi pengurus "Jogja Walking Association" meresmikan jalur permanen "Jogja International Heritage Walk" (JIHW) 2018 di Joglo Kalangan, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Jumat.

     

Sekretaris Jenderal "Jogja Walking Assocation", Fitriani Quroda mengatakan peresmian ini merupakan rangkaian dari kegiatan JIHW Tahun 2018 dimana pada hari ini diresmikan rute permanen sepanjang 10 kilometer.

     

"Rute sepanjang 10 kilometer ini melewati 10 dusun yang mengambil start dari Dusun Kalangan, kemudian melalui Ngemplak, Jabung, Kerandon, Ngepas, Kadilobo, Karanggeneng, Kembangarum, Sukodono, dan kembali lagi ke Kalangan," katanya.

     

Menurut dia, dengan melewati 10 Dusun ini, para peserta akan melewati pemandangan yang sangat indah dengan pemandangan dan panorama Gunung Merapi dan Gunung Merbabu juga menyusuri sawah, sungai.

     

"Peserta juga bisa bercengkrama dengan masyarakat yang sangat ramah. Ini menjadi aset yang sangat luar biasa menurut saya, karena inilah yang dijual," katanya.

     

Ia mengatakan, dalam kegiatan peresmian tersebut juga sejumlah peserta JIHW 2018 turut hadir untung mencoba rute tersebut sebagai langkah awal (warming up) sebelum mengikuti kegiatan JIHW 2018 yang dilaksanakan selama dua hari pada 17 hingga 18 November 2018 di Prambanan dan Turi.

     

"Hari ini ada sekitar 60 peserta dari 10 negara dari jumlah seluruh peserta mencapai 350 orang yang terdiri dari 25 negara. Jadi kegiatan hari ini merupakan optional untuk para peserta bagi yang ingin mengikuti atau mencoba rute 10 kilometer ini," katanya.

     

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menyambut gembira dengan terlaksananya kegiatan tersebut untuk kesepuluh kalinya. Terlebih, kali ini Sleman terpilih menjadi tuan rumah untuk dua hari penyelenggaraan kegiatan event "sportourism" tersebut

     

"Terpilihnya Sleman menjadi rute event olahraga dan wisata jalan kaki internasional ini merpuakan sebuah kehormatan bagi kami. Saya berharap seluruh peserta nantinya mendapatkan pengalaman yang berbeda dalam menikmati keindahan alam Sleman," katanya.

     

Ia mengatakan, terkait dengan peresmian rute permanen JIHW 2018 ini berdasarkan berbagai pertimbangan termasuk faktor keamanan rute serta menjanjikan pemandangan yang menarik saat dilewati.

     

"Pada event jalan kaki ini Sleman tidak hanya menjanjikan pemandangan yang menarik saja, tetapi juga menyajikan ciri khas budaya kental yang unik dari 10 dusun yang dilewati nantinya oleh seluruh peserta JIHW 2018," katanya 

     

Sri Muslimatun mengatakan, dengan penyelenggaraan event JIHW 2018 di Kabupaten Sleman, secara tidak langsung memperkenalkan potensi wisata yang ada di Sleman pada wisatawan dalam dan luar negeri.

     

"Selain itu juga dapat menjadi motivasi warga masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan rajin berolahraga," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar