Ganjar Pranowo membuka Munaslub Kagama

id Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Ganjar Pranowo membuka Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Kagama di Balai Senat UGM, Yogyakarta, Jumat sore. (Foto Antara/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA News Jogja) - Gubernur Jawa Tengah yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Ganjar Pranowo membuka Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Kagama di Balai Senat UGM, Yogyakarta, Jumat sore.

Selain dihadiri puluhan ketua atau perwakilan pengurus daerah Kagama dari berbagai daerah, hadir pula Menteri Perhubungan Budi Karya Sumada, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih, serta Rektor UGM Panut Mulyono.

"Munaslub ini hanya ingin mengganti pola pemilihan (Ketua Umum PP Kagama baru) saja? yang sebelumnya orang memilih dengan voting, kita ingin musyawarah mufakat," kata Ganjar seusai pembukaan acara itu.

Menurut Ganjar, pengubahan mekanisme pemilihan ketua umum bertujuan untuk menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila dalam wadah alumni UGM. Melalui cara itu, ia berharap Kagama yang saat ini telah memiliki banyak cabang di berbagai daerah hingga luar negeri bisa terus menjaga nilai "guyub dan rukun" bagi sesama alumni kampus itu.

"Karena Kagama ini bukan organisasi massa, bukan organisasi politik. Ini asanya kekeluargaan," kata alumnus Fakultas Hukum UGM ini.

Dalam munas Kagama, menurut Ganjar, akan mengagendakan pembahasan sejumlah program di antaranya pembuatan rumah singgah Kagama di DKI Jakarta. Rumah singgah itu bisa difungsikan bagi seluruh alumni UGM untuk berdiskusi, reuni, atau sebagai tempat singgah saat mencari pekerjaan di Jakarta.

"Khususnya bagi adik-adik (alumni UGM) yang baru lulus bisa menggunakan itu saat mencari kerja, berkomunikasi, atau bertemu saudara-saudaranya," kata dia.

Ganjar mengatakan saat ini telah terbentuk cabang khusus Kagama di sejumlah negara, di antaranya di Arab Saudi, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Qatar, Belanda, serta serta Wasington DC.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar