Menhub sebut Bandara Internasional Yogyakarta dapat didarati pesawat besar

id Bandara Internasional Yogyakarta,menteri perhubungan,budi karya sumadi,airbus 380,boeing 777

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Guburnur DIY Sri Sultan HB X meninjau kesiapan Bandara Internasional Yogyakarta sebelum dioperasikan 29 April. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumardi memastikan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah bisa didarati pesawat jenis Boeing 777 dan Airbus 380.

"Apa yang sudah kita bangun berupa terminal dengan kapasitas 50 penerbangan per hari, baik yang berangkat dan datang (takeoff and landing). Misalnya 50 penerbangan, setiap penerbangan ada 200 orang, paling tidak ada 5.000 orang yang datang dan 5.000 yang pergi," kata Budi Karya saat meninjau kesiapan pengoperasian Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Rabu.

Ia mengatakan dirinya telah mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan penerbangan pertama, di mana waktunya direncanakan minggu depan. "Waktunya, kami persilakan kepada Presiden," katanya.

Selain itu pihaknya sedang mengkaji soal penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta pada Lebaran 2019 nanti. Ada rencana penerbangan dari Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta akan dipindahkan sebagian ke Bandara Internasional Yogyakarta, mengingat jumlah pemudik akan mengalami lonjakan.

"Kalau setiap hari bisa 50 kali penerbangan, 25 kali untuk penerbangan domestik dari Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta dialihkan ke sini," ujar Menhub Budi Karya.

Untuk itu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan kesempatan penerbangan dari luar Jawa ke Bandara Internasional Yogyakarta.

Bandara Internasional Yogyakarta merupakan bagian dari upaya pemerintah mengembangkan pariwisata lewat program membangun empat Bali Baru, yakni Toba (Sumatera Utara), Yogyakarta, Mandalika (NTB), dan Labuhan Bajo (NTT).

Borobudur di Jawa Tengah cukup dekat dengan Bandara Internasional Yogyakarta, sehingga bisa menjadi satu kekuatan. Artinya, wisatawan mancanegara yang selama ini ke Indonesia melewati Bandara Sukarno-Hatta lewat Bali, sekarang bisa langsung lewat Bandara Internasional Yogyakarta.

"Kami sudah berkomunikasi dengan Ngarso Dalem (Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat), DIY akan 'meledak', baik sebagai tujuan wisata yang sama bagusnya dengan Bali. Persiapan-persiapan pariwisata yang sudah siap menjadi kunci penting," kata Budi Karya.

Untuk itu, lanjut dia, Kemenhub mengintensifkan komunikasi dengan Pemkab Kulon Progo, dan Pemda DIY, serta pemangku kepentingan lain mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut wisatawan mancanegara.

"Kami menyediakan bandara, tetapi aksesibilitas ini harus terkoneksi dengan baik. Tahap pertama menggunakan kereta api dari Stasiun Tugu ke Wojo selama 45 menit dilanjutkan naik bus dari Stasiun Wojo ke bandara selama 10 menit," kata Budi Karya.

Ke depan, lanjut dia, berdasarkan saran dari Ngarso Dalem, Kemenhub akan membangun jalur kereta api langsung dari Yogyakarta ke Bandara Internasional Yogyakarta yang ditargetkan selesai akhir 2020.

"Harapannya pengguna jasa penerbangan lebih nyaman. Selain kereta api, kami juga menyiapkan Bus Damri," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar