Sultan harap program Saemaul Globalisation Foundation dilanjutkan

id Sultan,Saemaul Globalisation Foundation

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X didampingi Bupati Gunung Kidul Badingah meninjau Green House Tanjung Desa Bleberan, Kecamatan Patuk. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan HB X mengharapkan program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Saemaul Globalisation Foundation terus dilanjutkan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Gunung Kidul.

Saemaul Globalisation Foundation bersama warga Desa Bleberan, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, telah membangun 40 kelompok budi daya jamur.

Selain itu, Saemaul Globalisation Foundation membangun Green House Tanjung di Desa Bleberan, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Pembangunan green house digunakan untuk proses pembibitan beberapa jenis tanaman.

Hal ini didasari atas tingginya permintaan bibit, sehingga harapannya ke depan green house dapat dikelola secara maksimal untuk mendukung program pertanian warga Desa Bleberan.

Sultan di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan tidak hanya pelatihan yang membawa manfaat, tapi juga dilatih antusias.

"Program ini membawa manfaat, tidak sekedar pada aspek fondasi yang dibangun, tapi saya ingin bagaimana dengan fondasi yang ada, mereka dilatih dan mempraktikannya dengan baik," ujar dia disela-sela meninjau Green House Tanjung.

Ia menambahkan program Saemaul Globalisation Foundation yang sudah berjalan lima tahun di Kabupaten Gunung Kidul ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat.

"Kalau program ini tetap dilaksanakan di sini, bagaimana pemerintah tingkat satu dan dua dapat ambil bagian untuk melengkapi program yang ada," harapnya.

Seperti diketahui, Saemaul Globalization Foundation Korea Selatan melalui Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia mengadakan kerja sama dengan Pemerintah DIY dalam melaksanakan program “Pembangunan Desa Percontohan Saemaul” selama kurang lebih 5 tahun sejak penandatanganan Technical Agreement, yang berbasis pada kegiatan pemberdayaan masyarakat pedesaan (difokuskan pada kegiatan yang berhubungan dengan pertanian dan perempuan) di tiga desa yang berada di DIY.

Tiga desa yang dimaksud, yakni Desa Bleberan, Kecamatan Playen, dan Desa Ponjong, Kecamatan Ponjong (Kabupaten Gunung Kidul) dan Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro (Kabupaten Bantul).

Dalam pelaksanaannya, dibentuk Local Governance yang terdiri dari perwakilan BPPM DIY, DP3AKBPMD Gunung Kidul, DPPAKBPMD Bantul, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Yayasan Penabulu, serta Universitas Gadjah Mada. Yayasan Penabulu bertugas mendampingi masyarakat di tiga desa percontohan dan menjadi fasilitator kegiatan pelatihan. Namun, sejak 2018 peran Yayasan Penabulu hanya sebagai fasilitator pelatihan.

Pendampingan di desa percontohan dilakukan oleh tim Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia. Sementara itu, pemerintah daerah dan akademisi berperan dalam memberikan masukan untuk pelaksanaan program di ketiga desa. Di desa lokasi program, pertemuan antar anggota local governance ini rutin diadakan sebulan sekali. Pertemuan ini disebut dengan ‘Rapat Jaringan’.
       Baca juga: Sultan mengajak masyarakat DIY hidup sederhana
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar