Saka Kalpataru Yogyakarta tingkatkan kepedulian Pramuka pada lingkungan hidup

id Saka Kalpataru,Pramuka,lingkungan hidup

Saka Kalpataru Yogyakarta tingkatkan kepedulian Pramuka pada lingkungan hidup

Pendidikan lingkungan hidup yang digelar Saka Kalpataru Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta (Eka Arifa Rusqiyati)

kegiatan utama dalam Saka Kalpataru dibagi dalam tiga krida yaitu Krida “reduce, reuse, recycle” (3R) untuk pengurangan sampah, Krida Perubahan Iklim dan Krida Konservasi Keanekaragaman Hayati.

Yogyakarta (ANTARA) - Gerakan Pramuka di Kota Yogyakarta melalui Satuan Karya Kalpataru mengintensifkan pendidikan untuk meningkatkan kepedulian seluruh anggota Pramuka terhadap lingkungan hidup sehingga upaya pelestarian lingkungan hidup dapat dilakukan optimal.

“Akan ada kegiatan pendidikan kecakapan dan bakti lingkungan hidup yang dilakukan oleh anggota Satuan Karya (Saka) Kalpataru,” kata Wakil Ketua Pimpinan Saka Kalpataru Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta Fery Edi Sunantyo di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, anggota Saka Kalpataru dituntut untuk memiliki kecakapan terhadap lingkungan hidup, bahkan sudah ada semacam buku saku sebagai pedoman dalam menerapkan upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup yang bisa dilakukan oleh anggota Pramuka.

Kecakapan yang dimiliki oleh anggota Saka Kalpataru dibedakan menjadi kecakapan umum dan khusus. Setiap kecakapan bahkan bisa diujikan sebagai bukti kompetensi setiap anggota Saka Kalpataru dalam melaksanakan pelestarian lingkungan.

Baca juga: Yogyakarta jadi tempat transit perdagangan satwa dilindungi

“Kegiatan Saka Kalpataru memang lebih banyak diikuti oleh Pramuka Penegak dan Pandega, tetapi tidak ada salahnya jika ada Pramuka Siaga yang juga terlibat sehingga pengenalan pelestarian lingkungan bisa dilakukan sejak dini,” katanya.

Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan oleh anggota Saka Kalpataru sebagai wujud tanggung jawab pelestarian lingkungan hidup di antaranya, pengolahan dan pemilahan sampah, praktik membuat kompos, penjernihan air, daur ulang barang bekas menjadi barang yang bermanfaat, serta memimpin kerja bakti membersihkan lingkungan.

Ia menyebut, kegiatan utama dalam Saka Kalpataru dibagi dalam tiga krida yaitu Krida “reduce, reuse, recycle” (3R) untuk pengurangan sampah, Krida Perubahan Iklim dan Krida Konservasi Keanekaragaman Hayati.

“Kegiatan Saka Kalpataru juga bisa dilakukan di sekolah, misalnya menanam tanaman untuk penghijauan. Tidak perlu tanaman berukuran besar, tetapi bisa menggunakan tanaman hias misalnya anggrek atau tanaman lain,” kata Fery.

Saka Kalpataru terbentuk berdasarkan kesepakatan bersama antara Menteri Lingkungan Hidup dengan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang kemudian ditetapkan melalui surat keputusan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Nomor 13/Munas/2013.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Siti Khatijah mengatakan, keterlibatan gerakan Pramuka melalui Saka Kalpataru diharapkan dapat menjadi kekuatan tambahan bagi pemerintah untuk terus melakukan upaya pelestarian lingkungan.

“Kegiatan yang bisa dilakukan oleh anggota Pramuka sangat beragam mulai dari pengurangan sampah hingga pelestarian hayati. Tentunya, ini akan mendukung program pemerintah dalam pelestarian lingkungan,” katanya.

Salah satu kegiatan dari DLH Kota Yogyakarta untuk mendukung program Saka Kalpataru adalah menggelar lomba krida yang dilakukan pada September. Lomba tersebut diikuti 12 pangkalan atau sekolah dengan menilai kegiatan pelestarian lingkungan apa saja yang sudah dilakukan.
Baca juga: Sekolah sehat diharapkan menumbuhkan kesadaran menjaga kesehatan lingkungan

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar