Debit air Waduk Sermo Kulon Progo belum normal

id Waduk Sermo,Kulon Progo

Debit air Waduk Sermo Kulon Progo belum normal

Waduk Sermo di Kulon Progo mengalami pendangkalan dan debit air semakin menipis karena dampak penambangan tanah urug. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Selama musim hujan, tidak ada penambahan yang signifikan terhadap volume air Waduk Sermo.
Kulon Progo (ANTARA) - Debit air Waduk Sermo di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih menipis atau belum kembali normal, meski hujan telah mengguyur wilayah ini sejak akhir 2019, sehingga mengancam masa tanam di tiga kecamatan.

Koordinator Lapangan Pengelola Waduk Sermo, Novika Prabowo di Kulon Progo, Minggu, mengatakan pada pekan kedua Februari, elevasi air di Waduk Sermo baru berkisar 127 meter di Atas Permukaan Laut (MDP) dengan perkiraan volume air sebanyak 8 juta meter kubik.

Idealnya, pada musim hujan yang berkaca tahun-tahun sebelumnya, ketinggian air minimal 130 MDPL dengan volume 11 juta meter kubik.

"Selama musim hujan, tidak ada penambahan yang signifikan terhadap volume air Waduk Sermo. Baik itu penambahan langsung dari guyuran hujan maupun pasokan air dari hulu sungai," kata Novika

Baca juga: Kemenparekraf laksanakan pengembangan masyarakat pariwisata Kulon Progo

Ia mengatakan dengan kapasitas Waduk Sermo yang sekarang, dengan persediaan 8 juta meter kubik, Waduk Sermo masih bisa menyuplai air guna kebutuhan air baku maupun keperluan MT pertama di wilayah golongan dua meliputi Kecamatan Temon, Wates dan Panjatan.

"Air tersebut disalurkan menuju Daerah Irigasi (DI) Pengasih dengan debit mencapai 300 liter per detik. namun jika volume tak kunjung bertambah, dikhawatirkan pada MT kedua yang dilangsungkan pada April mendatang suplai air bakal terganggu," katanya.

Novika menyebut, ada sejumlah opsi yang bisa dilakukan jika memang suplai air Waduk Sermo saat MT kedua bermasalah. Salah satunya dengan mengganti jenis tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

"Misalnya dari padi diganti palawija. Setidaknya itu bisa jadi solusi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugroho mengatakan suplai air dari Waduk Sermo bukan sumber utama pengairan aera persawahan di wilayah ini. Lahan sawah di Kulon Progo sekitar 5.500 hektare, mayoritas airnya disuplai dari Intake Kalibawang.

Baca juga: DPRD Kulon Progo minta laman belabeli.com produk lokal segera direvitalisasi

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan di lapangan. Dalam waktu dekat juga akan diadakan rapat persiapan menyambut Masa Tanam II (MT II).

"Harapan kita karena ini masih di musim hujan, semoga segera turun, sehingga volume air di Sermo bisa mencukupi," katanya.



 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar