Yogyakarta terbuka menerima masukan menuju semipedestrian Malioboro

id Semipedestrian,malioboro

Yogyakarta terbuka menerima masukan menuju semipedestrian Malioboro

Ilustrasi uji coba semipedestrian di Jalan Malioboro Yogyakarta (Antara/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Uji coba semipedestrian di Jalan Malioboro masih akan terus dilakukan, baik bersamaan dengan agenda bersih-bersih kawasan wisata itu tiap Selasa Wage atau di hari lain, dan Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan terbuka menerima semua masukan sebelum kebijakan tersebut resmi diterapkan.



“Kami tentunya bersikap terbuka atas semua masukan yang nantinya akan menjadi kajian dalam penerapan kebijakan. Dari setiap uji coba yang dilakukan, juga terus dilakukan penyempurnaan-penyempuranaan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho di Yogyakarta, Selasa.



Menurut dia, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta sudah menerima berbagai masukan dari masyarakat, pelaku usaha maupun komunitas yang sehari-hari melakukan aktivitas di kawasan Malioboro terkait rencana semipedestrian di kawasan itu.



Salah satu masukan yang diterima Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta adalah terkait akses masuk warga yang juga pemilik usaha di sepanjang Jalan Malioboro. Warga mengeluh sulit masuk ke Malioboro saat ada uji coba semipedestrian di kawasan tersebut.



Atas keluhan itu, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta kemudian menerbitkan kartu tanda masuk yang bisa ditunjukkan kepada petugas sehingga warga pun dapat melintas dengan mudah di Malioboro saat uji coba semipedestrian.



“Tetapi warga tidak diperbolehkan melintas dengan mobil. Jika menggunakan sepeda motor, harus didorong. Tidak boleh dikendarai,” katanya.



Selain itu, masukan yang juga disampaikan komunitas dan pelaku usaha di kawasan tersebut adalah ketersediaan kantong parkir bagi pengunjung Malioboro.



Agus mengatakan, kantong parkir pendukung kawasan Malioboro berada di beberapa titik, di antaranya Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali, Beskalan, Sriwedani, Senopati, dan Ngabelan serta di jalan-jalan sirip di sepanjang Jalan Malioboro.



Meskipun sudah disiapkan kantong parkir, Agus menyebut, kapasitasnya terbatas terlebih saat akhir pekan atau libur panjang saat jumlah wisatawan ke Malioboro mengalami kenaikan yang signifikan.



Oleh karenanya, pengunjung Malioboro diharapkan dapat memanfaatkan berbagai moda transportasi umum seperti Transjogja yang nantinya tetap diperbolehkan melintas di Jalan Malioboro meskipun kawasan tersebut telah menjadi kawasan semipedestrian.



Agus menambahkan, sebagai kawasan semipedestrian maka diharapkan Malioboro akan menjadi kawasan premium karena memiliki daya tarik yang semakin unik.



“Jika masih ada masukan lain yang perlu disampaikan, maka kami akan bersikap terbuka. Koordinasi tetap dilakukan,” katanya.

Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar