Kemenag DIY akan pantau hilal di dua lokasi

id rukyatulhilal,pemantauan hilal,yogyakarta,DIY,Ramadhan,kemenag

Kemenag DIY akan pantau hilal di dua lokasi

ARSIP FOTO - Sejumlah perukyat mengamati hilal menggunakan teleskop di bukit Syekh Bela-belu, Kabupaten Bantul, Istimewa Daerah Yogyakarta (DIY). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Karena situasi wabah pandemi COVID-19 ini kami memutuskan di tempat yang memudahkan pembatasan jumlah orang.
Yogyakarta (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta akan melaksanakan "rukyatulhilal" atau pemantauan hilal untuk menentukan mulai masuknya bulan Ramadhan 1441 Hijriah di dua lokasi pada Kamis sore.

Kepala Seksi Kemasjidan, Hisab Rukyat, dan Pembinaan Syariah Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag DIY Yosep Muniri saat dihubungi di Yogyakarta, Rabu, mengatakan rukyatulhilal akan dilaksanakan di Menara BNPB Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul dan di Bukit Brambang Semoyo Pathuk, Kabupaten Gunungkidul.

"Karena situasi wabah pandemi COVID-19 ini kami memutuskan di tempat yang memudahkan pembatasan jumlah orang," kata Yosep.

Baca juga: Terminal Giwangan Yogyakarta periksa-data penumpang dari zona merah COVID-19

Ia mengatakan kegiatan rukyatulhilal Ramadhan 1441 Hijriah hanya akan diikuti 10 orang dari unsur Kemenag, Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY, Pengadilan Agama dan Badan Hisab Rukyat (BHR) serta Lembaga Kajian Astronomis Yogyakarta.

"Pelaksanaan memperhatikan protokoler kesehatan dengan jumlah peserta dibatasi 10 orang," kata dia.

Di dua lokasi itu, dalam pelaksanaan rukyatulhilal, kata dia, tim akan menggunakan tiga teropong bintang milik BHR Kanwil Kemenag DIY dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta.

Ia menjelaskan berdasarkan data astronomis di lokasi Yogyakarta, ketinggian hilal saat matahari terbenam saat pemantauan pada Kamis (23/4) diperkirakan mencapai tiga derajat sehingga memenuhi standar "imkanur" rukyat MUI dalam penetapan awal Ramadhan yang mensyaratkan tinggi minimal dua derajat.

Baca juga: GOW Yogyakarta: Peran perempuan diuji pastikan keluarga aman COVID-19

Oleh sebab itu, menurut dia, seluruh umat Islam memiliki kemungkinan mulai berpuasa pada Jumat (24/4) secara bersamaan sesuai dengan hasil perhitungan dengan ilmu hisab oleh Muhammadiyah.

"Dari sisi kemungkinan iya, tapi tetap kami menunggu hasil sidang isbat di Kemenag pusat besok malam," demikian Yosep Muniri.






 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar