PT TWC mengembangkan paket wisata bersepeda Candi Prambanan-Borobudur

id pt twc, wisata sepeda, prambanan borobudur

PT TWC mengembangkan paket wisata bersepeda Candi Prambanan-Borobudur

Para pecinta olahraga bersepeda berfoto bersama dengan latar belakan Candi Borobudur. (ANTARA/HO - Humas PT TWC)

Magelang (ANTARA) -
PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (PT TWC-Persero) mengembangkan paket wisata bersepeda dengan rute Candi Prambanan-Candi Borobudur.

Manajer Komunikasi Pemasaran dan Media PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Galuh Indah B. di Magelang, Minggu, mengatakan wisata yang dikombinasikan dengan olahraga atau yang lebih dikenal dengan istilah sport tourism semakin berkembang.

Ia menyampaikan ke depan sport tourism diharapkan menjadi salah satu motor penggerak sektor pariwisata di Indonesia, karena Indonesia dinilai bisa menjadi salah satu icon sport tourism dunia dengan kekayaan alam dan budaya yang dimilikinya.



Kondisi pascapandemi COVID-19, mayoritas orang mengubah gaya hidup mereka, yaitu meningkatkan kegiatan berolahraga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, salah satunya dengan bersepeda.

Hal ini sejalan dengan program PT TWC (persero) untuk mengembangkan Quality-Wellness Tourism.

Melihat potensi ini, katanya PT TWC menangkap peluang untuk menyusun program Temples Cycling Tour rute Prambanan - Borobudur.

Paket wisata sepeda dengan rute Candi Prambanan – Candi Borobudur ini nantinya dapat dinikmati oleh masyarakat khususnya pecinta sepeda dan Cycling Community. Dengan membeli paket ini, masyarakat bisa menikmati asyiknya bersepeda melintasi rute Candi Prambanan menuju Candi Borobudur.

Ia menyampaikan untuk pertama kalinya, Temples Cycling Tour rute Prambanan-Borobudur ini dinikmati oleh GCPN Yogyakarta Cycling Community, sebuah komunitas pesepeda Road Bike asal Yogyakarta.



Peserta gowes melakukan start bersepeda dengan melintasi beberapa candi, yaitu Candi Prambanan, Candi Lumbung, Candi Bubrah dan Candi Sewu. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan bersepeda menuju Candi Borobudur.

Galuh menuturkan pit stop 1 berlokasi di Candi Mendut, di sini peserta mendapatkan cerita mengenai sejarah Candi Mendut. Melanjutkan perjalanan, lokasi pit stop 2 yaitu di Candi Pawon. Di sini peserta juga mendapatkan cerita mengenai Candi Pawon.

Memasuki kawasan Candi Borobudur, peserta gowes bersepeda berkeliling menikmati keindahan Candi Borobudur di sepanjang jalur sepeda di zona 2, di sini peserta dapat mengabadikan momentum dengan berfoto berlatar belakang Candi Borobudur.

Geliat pariwisata saat ini mulai bangkit, salah satunya sport tourism. Melihat animo masyarakat yang besar terhadap wisata sepeda, PT TWC menangkap ini sebagai peluang.

"Kami mengelola kawasan destinasi Candi Prambanan dan Candi Borobudur yang sangat menarik untuk dinikmati para goweser dan masyarakat. Temples Cycling Tour rute Candi Prambanan-Candi Borobudur ini menjadi salah satu program dari Big Campaign kami yaitu 1000 Temples Heritage Trail, dalam rangka mengembangkan Quality-Wellness Tourism serta mendukung Sport Tourism di Indonesia," katanya.

Ia menuturkan pihaknya juga ingin menitipkan nilai edukasi sejarah melalui wisata berbasis olahraga ini, bahwa candi merupakan destinasi wisata yang ramah goweser.

"Melalui program ini, kami ingin memberikan warna baru di dunia Cycling. Mengingat kami adalah pengelola Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan, kami mensinergikan antara Cycling dengan Candi menjadi sebuah paket wisata yang menarik, sambil mengangkat dan mempromosikan candi-candi kecil di sekitar Prambanan dan Borobudur menuju kebangkitan pariwisata Indonesia," katanya.

Peserta Temples Cycling Tour rute Prambanan-Borobudur Michael Adi Wibowo menuturkan bahwa ini menjadi pengalaman yang sangat menarik bagi para goweser.

"Ini sangat menarik, gowes dengan rute Prambanan-Borobudur dan melewati beberapa candi. Jadi selain bersepeda, kami sekaligus dapat berwisata dan mendengarkan Storytelling mengenai candi-candi tersebut. Tentunya ini menjadi sebuah pengalaman baru bagi kami," kata Michael. 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar