Bantul memastikan kesiapan uji coba pembukaan wisata Pinus Mangunan

id Pinus Mangunan

Bantul memastikan kesiapan uji coba pembukaan wisata Pinus Mangunan

Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo saat mengecek kesiapan wisata hutan Pinus Sari Mangunan Dlingo untuk uji coba pembukaan destinasi pada PPKM Level 3 (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Wakil Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Joko Purnomo meninjau kawasan objek wisata Hutan Pinus Sari di Desa Mangunan untuk memastikan kesiapan uji coba pembukaan destinasi tersebut pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

"Saya berada di kawasan objek wisata Pinus Sari ini dalam rangka melakukan koordinasi sekaligus pengecekan kesiapan Pinus Sari yang akan menjadi destinasi uji coba pada PPKM level 3," katanya seusai meninjau kawasan wisata Hutan Pinus Sari Mangunan, Bantul, Kamis.

Menurut Wabup, hasil pengecekan kawasan wisata Pinus Sari Mangunan bersama Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP), dan Dinas Pariwisata serta unsur kecamatan Dlingo itu bahwa persiapan pengelola sudah lengkap, sehingga siap untuk menerima wisatawan.

"Persiapan sudah sangat baik, dan pihak pengelola sudah mempersiapkan fasilitas sesuai dengan standar yang diatur dalam protokol kesehatan, maupun standar yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri, Instruksi Gubernur dan Instruksi Bupati," katanya.

Pada sekitar pintu masuk kawasan wisata Hutan Pinus Mangunan juga sudah dilengkapi dengan barcode untuk scan aplikasi peduli lindungi oleh wisatawan yang hendak masuk, termasuk di pintu keluar, kemudian di area hutan sudah dilengkapi fasilitas cuci tangan sesuai standar.

"Kita di Bantul terutama pengelola kawasan objek wisata Pinus Sari Mangunan siap untuk melaksanakan apa yang menjadi keputusan dari pemerintah pusat, bahwa tempat wisata ini dipakai untuk uji coba dibukanya kawasan pariwisata," katanya.

Meski demikian, kata dia, masih ada beberapa hal yang menjadi kendala terkait pelaksanaan aplikasi peduli lindungi, yaitu keterkaitan dengan sinyal yang terkadang kuat, terkadang kurang, bahkan hilang sehingga sedikit menyulitkan pengunjung saat akan melakukan proses aplikasi.

"Namun berkaitan dengan ini kita perlu berkoordinasi dengan Dinas pariwisata DIY dan Sekretaris Daerah, untuk hari ini kita akan berupaya melakukan koordinasi agar supaya kendala tersebut bisa segera kita atasi," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021