Pemkab Gunung Kidul kembangkan benih padi varietas IR Nutrizinc di Patuk-Ponjong

id Inpari,Gunung Kidul,kekerdilan

Pemkab Gunung Kidul kembangkan benih padi varietas IR Nutrizinc di Patuk-Ponjong

Ibu-Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Gunung Kidul menanam padi varietas Inpari Nutri Zinc di Kecamatan Patuk pada Kamis (17/3). (ANTARA/HO-Humas Pemkab Gunung Kidul)

Gunung Kidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan benih padi varietas baru Inpari IR Nutrizinc di Kecamatan Patuk dan Ponjong dalam rangka menghasilkan beras dengan kandungan gizi zinc (Zn) cukup tinggi untuk mencegah kekerdilan.

“Diketahui, salah satu faktor yang menyebabkan kekerdilan atau stunting, yakni kurangnya konsumsi gizi zinc (Zn) yang terjadi di masyarakat, utamanya pada anak-anak,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Rismiyadi usai penanaman perdana Inpari IR Nutrizinc, di Desa Nglegi, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, Kamis.

Ia mengatakan DPP Gunung Kidul mengembangkan demlot awal penanaman Inpari IR Nutrizinc diujicobakan di atas tanah seluas setengah hektare yang berada Kecamatan Patuk dan Ponjong. Bila proyek percontohan ini berhasil, nantinya akan dikembangkan di seluruh wilayah Gunung Kidul.

“Jika beras lain hanya memiliki kandungan gizi zinc (Zn) sekitar 20 persen, Inpari IR Nutrizinc memiliki lebih dari 34,51 ppm kandungan Zn. Sementara karbohidrat lebih rendah hanya sekitar 16 persen,” katanya.

Rismiyadi juga menambahkan dalam tahap awal Inpari IR Nutrizinc akan ditaman di lahan seluas 2.500 meter di Desa Beji, Patuk dan 2.500 meter di Kecamatan Ponjong. Setelah percontohan ini berhasil diharapkan seluruh lurah di 144 desa bisa menanam di tanah kas desa masing masing.

“Jika kepala desa di 144 desa semua menanam masing masing satu hektar saja, saat panen bersamaan kita akan mempunyai stok gabah 1.000 ton,” katanya.

Varietas Inpari IR Nutrizinc dikatakan sangat cocok ditanam di Gunung Kidul. Padi ini tahan terhadap panas, dan kuat ditanam di area persawahan maupun sawah tanah tadah hujan. Tinggi batang padi tergolong pendek hanya mencapai satu meter saat siap dipanen.

“Proyek percontohan ini merupakan kontribusi pertanian untuk menanggulangi kekerdilan salah satunya dari beras sehat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Gunung Kidul Diah Purwanti Sunaryanta mengatakan PKK mendapat amanat dari Presiden Joko Widodo untuk ikut serta menuntaskan persoalan kekerdilan.

“Pencegahan dini kekerdilan dapat kita lakukan dengan makanan yang sehat. Salah satu upaya kita mendorong penanaman Inpari IR Nutrizinc ini,” kata istri bupati itu.

Diah juga berharap para kader PKK baik di kecamatan, desa menggencarkan 3K yakni kebun, kolam dan kandang. Program ini akan berfungsi sebagai pemenuhan gizi keluarga yang berisi sayur- sayuran, ikan dan ternak.

“Fokus utamanya program ini untuk membantu pemberantasan kekerdilan dan penurunan angka kemiskinan,” katanya.

Data kekerdilan di Gunung Kidul secara persentase, pada 2017 tercatat 20,6 persen anak menderita kekerdilan, pada 2018 sebanyak 18,47 persen, pada 2019 turun kembali menjadi 17,94 persen, dan pada 2020 turun kembali menjadi 17,43 persen atau setara dengan 5.390 balita penderita kekerdilan.