JKN ringankan Supriyanto sembuhkan batu ginjal

id BPJS,JKN

JKN ringankan Supriyanto sembuhkan batu ginjal

Supriyanto, peserta JKN di Yogyakarta (ANTARA/HO-BPJS Kesehatan)

Yogyakarta (ANTARA) - Bulan Ramadhan kali ini terasa berbeda bagi Supriyanto. Tubuhnya menyerah tepat di malam hari pertama puasa.

Ia merasakan mual yang tidak biasa hingga membatalkan niat untuk melaksanakan ibadah salat Tarawih. Seluruh isi perutnya terkuras habis. Tubuhnya terkulai lemah dan tidak bisa tidur semalaman.

Hingga keesokan paginya, ia memutuskan untuk pergi ke fasilitas kesehatan terdekat berbekal kartu JKN yang dimilikinya.

"Di puskesmas, dokter merujuk saya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian saya menjalani cek laboratorium lengkap sampai dengan Computed Tomography scan (CT scan). Hasil diagnosis dokter, saya mengidap batu ginjal. Akhirnya, dokter menyarankan saya rawat inap untuk mendapatkan perawatan intensif," jelasnya.

Supriyanto mengaku sempat tidak percaya dengan kondisi kesehatannya. Pikirannya berkecamuk. Ia dihadapkan pada kenyataan harus bersiap menjalani operasi.

Ditambah lagi, sudah hampir satu bulan ia tidak mampu bekerja dan menafkahi keluarganya. Kini, sang istri mengambil alih peran sebagai tulang punggung keluarga.

"Saya hanya seorang buruh mebel. Sementara ini kami hidup hanya dengan mengandalkan pendapatan istri sebagai buruh setrika. Beruntung, saya tidak perlu lagi memikirkan biaya pengobatan dan operasi. JKN sudah menjamin semuanya. Saya tidak mengeluarkan uang sama sekali. Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bantul yang sudah menanggung iuran BPJS Kesehatan yang saya miliki, sehingga saya bisa mengakses pelayanan kesehatan tanpa biaya," lanjutnya.

Ini bukan kali pertama Supriyanto memanfaatkan JKN. Ia telah terdaftar sebagai peserta sejak tahun 2014.

JKN telah menjadi penyelamat bagi istrinya saat melahirkan kedua anak mereka. Setiap kali anggota keluarganya mengalami penurunan kondisi kesehatan, ia selalu memanfaatkan JKN untuk berobat dan tidak pernah menemui kendala.

"Setiap sakit, saya selalu menggunakan JKN dan dilayani dengan baik di fasilitas kesehatan yang saya kunjungi. Bahkan, saya merasa pelayanan saat ini sudah jauh lebih baik. Tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien JKN maupun non-JKN. Saat ini saya masih kurang nyaman karena belum operasi. Namun, ruang rawat inap dan petugas di sini membuat saya merasa jauh lebih baik. Ruang rawat inap bersih dan petugasnya sangat ramah," terangnya.

Supriyanto juga aktif memanfaatkan teknologi. Ia sering meminjam ponsel putra sulungnya untuk mengakses Aplikasi Mobile JKN. Ia merasa layanan daring ini jauh lebih praktis dibanding harus datang ke kantor cabang.

"Saya dapat mengecek status kepesertaan JKN saya masih aktif atau tidak dari rumah atau dari mana saja, hanya dengan menggunakan ponsel. Sementara ini saya meminta bantuan anak saya untuk mengakses Aplikasi Mobile JKN. Mudah-mudahan ada rezeki lebih, sehingga saya dapat membeli ponsel sendiri," tuturnya.

Ia berharap BPJS Kesehatan terus hadir untuk menjamin kesehatan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Menurutnya, untuk penyakit ringan, biaya pengobatan mungkin masih terjangkau. Namun, untuk penyakit berat, kehadiran JKN sangat meringankan.

"Bagi kami, kesehatan sangat mahal harganya. Lebih baik mencegah daripada mengobati, dengan cara menjaga pola hidup sehat. Jika sudah sakit seperti ini, saya tidak dapat bekerja dan tidak mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarga. Oleh karena itu, menjadi peserta JKN sangat penting untuk menjamin kesehatan kita karena sakit bisa datang kapan saja," tutupnya.