Jakarta (ANTARA Jogja) - Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian Republik Indonesia kembali menangkap empat orang terduga teroris pada Selasa (17/4) di Jawa Barat.

"Keempat orang tersebut adalah UK alias Rian alias UP, AM, HI alias BI alias Nana, dan ES," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Rabu.

Tersangka UK ditangkap di rumahnya di Desa Ciseureuh Kampung Sukamulya Purwakarta, AM ditangkap di Jalan Galur Desa Cibening Kecamatan Bungursari , Purwakarta, HI ditangkap di komplek Mahkota, Cikampek, dan ES di tangkap di kios Ranifa Dusun Ciluwak Desa, Cikampek Selatan, Cikampek, ujar Kombes Boy Rafli Amar.

"UK ditangkap karena keterlibatannya menyembunyikan Kamaludin yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) serta terlibat pengiriman amunisi ke Medan," kata Boy.

Sedangkan AM terlibat dengan jaringan teroris Ujang yang melakukan fa'i di Kaliasin, Cikampek dan menembak seorang purnawirawan TNI AD.  Sementara itu, HI dan ES terlibat aksi fa'i tersebut, katanya.

"Barang bukti yang disita yakni satu pucuk FN yang saat kejadian karena dibuang oleh pelaku Agus pada tahun 2011, satu buah kapak, satu buah celurit, satu buah pedang, dua bilah belati dan satu buah topeng.  Saat ini keempat tersangka masih dilakukan pemeriksaan intesif," kata Boy.

Pada hari yang sama, Densus juga menangkap tiga orang terduga teroris di wilayah Purwakarta pada jam 05.00 WIB  pagi dengan inisial U, AG, dan D.

Ketiga orang terduga teroris tersebut ditangkap terkait perkembangan yang ditangkap di Bima pada Jumat (13/4). Salah satu terduga teroris yang ditangkap di Bima yakni Kamaludin selama pelariannya bukan hanya ke Bima tapi juga ke wilayah Jabar, ujarnya.

"Kita tunggu berapa hari agar lebih lengkap lagi hasil penangkapan terhadap tiga orang ini dan dugaan sementara memberi bantuan kepada Saudara Kamaludin selama pelarian," kata Boy.

Kamaludin adah salah satu yang memegang peranan penting dalam proses pelatihan teror di Aceh awal tahun 2010 yang ditangkap di Bima bersama seorang tersangka berinisial drg YNI, katanya.



(T.S035)

 

Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar