Bantul (Antara) - Pengunjung sentra kerajinan batik kayu Krebet Desa Sendangsari Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta selama libur akhir tahun meningkat dibanding hari-hari biasa.
"Peningkatan kunjungan dan penjualan di sentra batik kayu Krebet ada, namun tidak banyak sekitar 15 sampai 20 persen dari hari biasa," kata Ketua Koperasi UKM batik kayu Sidokaton Krebet Yulianto di Bantul, Minggu.
Menurut dia, jika dirata-rata jumlah wisatawan yang berkunjung dan berbelanja di sentra batik kayu sebanyak 200-an orang per hari pada hari biasa, maka selama libur bisa sekitar 230 sampai 240 orang.
Ia mengatakan, peningkatan kunjungan ke sentra batik kayu Krebet karena bertepatan dengan musim liburan akhir tahun hingga Tahun Baru 2017 dimanfaatkan wisatawan untuk berlibur dan berbelanja kerajinan khas.
"Untuk persiapannya sudah dilakukan para perajin batik kayu dengan menambah display (pajangan) barang kerajinan di showroom masing-masing untuk menerima wisatawan yang belanja," katanya.
Aneka kerajinan batik kayu yang diproduksi di sentra Krebet, di antaranya wayang kayu, topeng batik, tempat tisu, gantungan kunci serta berbagai hiasan rumah yang semua dengan bahan dasar kayu.
"Di sentra Krebet ada 57 UKM batik kayu dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 450 orang. Dengan tenaga kerja itu kapasitas produksi per bulan sekitar 50 ribu buah kerajinan yang dijual Rp5.000 sampai puluhan ribu per buah," katanya.
Yulianto yang juga mempunyai rumah produksi batik kayu ini mengatakan, berbagai jenis kerajinan batik kayu itu dipasarkan ke sejumlah kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, dan Maluku.
"Pasar batik kayu lebih banyak ke dalam negeri, dan produk yang diminati sebagian besar kotak tempat tisu dan hiasan interior lainnya," katanya.
(KR-HRI)