Itik Turi Bantul unggas unggulan nasional

id itik turi bantul

Itik Turi Bantul unggas unggulan nasional

Bayi itik Turi Bantul yang dikembangkan di Bantul DIY (FotoAntara/Hery Sidik)

Bantul, 14/2 (Antara) - Kementerian Pertanian menetapkan itik turi yang merupakan unggas asli Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai unggas unggulan nasional yang dapat dikembangkan di berbagai daerah.

"Itik turi merupakan kekayaan sumber daya genetik ternak Indonesia asli dari Kabupaten Bantul. Sesuai SK Kementerian Pertanian, itik turi merupakan unggas lokal asli Bantul yang menjadi unggulan nasional," kata Kepala Dinas Pertanian Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bantul Pulung Haryadi, Selasa.

Menurut dia, itik jenis turi ini memiliki ketahanan terhadap segala iklim sehingga memiliki prospek yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan.

"Kami terus menerus mengembangkan itik turi ini karena memang prospek ke depan sangat menjanjikan karena permintaan yang makin tinggi dari masyarakat untuk konsumsi telur dan daging bebek," katanya.

Ia mengatakan, itik atau bebek yang termasuk dalam rumpun itik Jawa ini selain memiliki produksi telur yang cukup tinggi, juga termasuk hewan yang mudah beradaptasi dengan lingkungannya.

"Satu ekor itik turi ini dalam satu tahun mampu bertelur hingga 230 butir, selain itu juga dikenal sebagai hewan tangguh karena mampu bertahan di segala cuaca dan mudah beradaptasi dengan lingkungan," katanya.

Pulung mengatakan sejak dikembangkan oleh Pemkab Bantul tujuh tahun silam, unggas yang memiliki ciri telur berwarna biru kehijauan dan tubuh berbentuk botol serta tegap saat ini banyak diminati para pengusaha kuliner maupun usaha penggemukan itik.

"Banyak pengusaha peternakan yang mulai mengembangkan ternak itik turi ini, bahkan hingga luar daerah seperti Purworejo, Kebumen, Semarang (Jawa Tengah) hingga Papua," katanya.

Ia mengatakan penetapan itik turi oleh Kementerian Pertanian sebagai unggulan nasional merupakan pertama dalam sektor komoditas unggas di Bantul, bahkan DIY.

"Pengembangan itik turi ini dapat diarahkan secara jelas bagi upaya pemurnian, pelestarian, pengembangan dan penyediaan bibit unggul serta pemanfaatannya secara berkelanjutan untuk mewujudkan target utama pemerintah yakni pencapaian swasembada pangan nasional," katanya.

Ketua Asosiasi Peternak Itik Turi Kabupaten Bantul Suparjo mengatakan usaha peternakan bebek atau itik ini memang diyakini cukup menjanjikan.

"Untuk bebek produksi, dari 4.000 ekor bebek rata-rata mampu menghasilkan 2.800 hingga 3.600 telur setiap hari dengan harga jual Rp1.600 per butir," katanya.

Menurut dia, dalam sehari peternak mampu mengantongi hasil Rp5 juta hingga Rp6 juta dengan omzet rata-rata Rp130 juta hingga Rp160 juta per bulannya.

"Ditambah penjualan bebek pedaging dalam satu minggu tidak kurang dari 2.200 ekor yang laku terjual, dengan harga jual Rp28.000 per ekornya dengan omzet rata-rata mencapai Rp246 juta setiap bulannya," katanya.***3***
Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar