Rabu, 18 Oktober 2017

Kebutuhan darah di DIY terpenuhi 96 persen

id kebutuan darah, PMI
Kebutuhan darah di DIY terpenuhi 96 persen
Stok kantong darah PMI (Foto Antara)
Sleman, 12/10 (Antara) - Ketua Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta GBPH Prabukusumo menyebutkan kebutuhan darah di wilayah tersebut saat ini sudah terpenuhi 96 persen.

"Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan penduduk lebih dari tiga juta jiwa memiliki kebutuhan darah sekitar 70.000 kantong dan sudah terpenuhi sekitar 67.293 donasi darah atau telah terpenuhi sekitar 96 persen dari kebutuhan," kata GBPH Prabukusumo dalam acara Pertemuan Regional III Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Jawa Tengah dan DIY di Sleman, Kamis.

Menurut dia, pada triwulan pertama dan kedua 2017, tercatat di Daerah Istimewa Yogyakarta ada sekitar 34.068 orang pendonor. Sementara kebutuhan darah di DIY sekitar 6.300 per bulan.

Ketua Bidang Pengurus Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Pusat dr Linda Lukitari Waseso mengatakan bahwa tujuan pertemuan ini bersifat konsolidasi bagi PMI Jateng-DIY.

"Konsolidasi ini diharapkan akan dapat meningkatkan mutu pelayanan darah di unit transfusi darah secara bersama-bersama," katanya.

Menurut dia, pemenuhan kebutuhan darah di DIY sudah cukup baik. Namun kualitas darah dari pendonor juga perlu diperhatikan.

"Tidak boleh ada perbedaan antara hasil darah yang dihasilkan oleh PMI di lima kabupaten/kota yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan harus baik semua hasil darahnya," katanya.

Wakil Gubernur DIY dalam sambutannya yang diwakilkan Asekda Bidang Pemerintahan dan Kerja Sulistyo mengatakan pada hakekatnya unit tranfusi darah merupakan bagian penting dari tugas pemerintah di bidang pelayanan kesehatan rakyat dan merupakan bentuk pertolongan sesama umat manusia.

"Kualitas darah yang baik, pelayanan yang baik, kecepatan dan ketepatan pelayanan dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan masyarakat yang harus dilakukan dengan harapan PMI dalam menjalankan misi kemanusiaannya juga harus semakin baik," katanya. ***4***

Editor: Eka Arifa Rusqiyati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga