Bekraf: DIY potensial untuk pengembangan ekonomi kreatif

id bekraf

logo badan kreatif (istimewa)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Daerah Istimewa Yogyakarta potensial untuk pengembangan ekonomi kreatif, karena banyak terdapat pelaku ekonomi kreatif, kata Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif Josua Puji Mulia Simanjuntak.
     
"Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdapat 172.230 pelaku ekonomi kreatif, yang lima subsektor terbesarnya bergerak di usaha kuliner, kriya, fesyen, penerbitan, dan fotografi," katanya pada "BISMA (Bekraf Information System in Mobile Application) Goes to Get Member" (Bigger) di Yogyakarta, Selasa.
   
Menurut dia, subsektor kuliner sebanyak 105.568 usaha, kriya 35.832 usaha, fesyen 22.500 usaha, penerbitan 3.105 usaha, dan fotografi 1.152 usaha. "Oleh karena itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengadakan Bigger di Yogyakarta, yang diikuti 400 pelaku usaha kreatif," katanya.
     
Ia mengemukakan, BISMA adalah platform unggulan bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mendaftarkan diri ke database resmi Bekraf melalui aplikasi (android/ios) dan website BISMA di https://bisma.bekraf.go.id/.
     
"Untuk mengikuti 'event' itu pelaku ekonomi kreatif di wilayah DIY cukup mendaftarkan diri, dan bergabung dengan 16 ribu pelaku ekonomi kreatif lainnya yang saat ini telah terdaftar di databae BISMA," katanya.
     
Menurut dia, kegiatan Bigger di DIY itu juga merupakan ajang berjejaring bagi para pemangku kepentingan ekonomi kreatif.
     
Kegiatan itu diharapkan dapat mendukung komunikasi dua arah antara pelaku ekonomi kreatif dari 16 subsektor dengan Bekraf untuk memudahkan pemerintah menangkap masalah, memonitoring perkembangan usaha serta menerima saran seputar ekonomi kreatif.
     
Dengan demikian, kata dia, dapat dihasilkan pemetaan akurat yang dapat menbantu penyusunan kebijakan ekonomi kreatif dan menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kondusif.
     
"Selain itu, pelaku ekonomi kreatif yang terdaftar di BISMA akan lebih mudah dalam mendapatkan kesempatan untuk difasilitasi atau mendapatkan dukungan dari Bekraf dalam mengembangkan usaha kreatif mereka," kata Josua.
     
Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf Wawan Rusiawan mengatakan berdasarkan survei khusus ekonomi kreatif BPS dan Bekraf pada 2016 produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif tercatat Rp922,59 triliun.
     
"Angka itu meningkat 4,95 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah unit usaha ekonomi kreatif berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016 untuk KBLI Ekonomi Kreatif sebanyak 8.203.826 usaha," katanya.
     
Menurut dia, pada 2016, ekspor ekonomi kreatif mencapai 20 miliar dolar AS, dan ada 16,91 juta jiwa atau 14,68 persen tenaga kerja di Indonesia yang bergerak di sektor ekonomi kreatif.
   
 "Dengan dukungan aplikasi BISMA yang dikembangkan Bekraf dalam membangun database ekonomi kreatif yang terintegrasi, saya berharap angka itu dapat terus meningkat," kata Wawan.***3***    
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar