Menkes mengingatkan bahaya campak-rubella bila tak imunisasi

id nila moeloek

Menteri Kesehatan Nila Moeloek (Foto Antara)

Gorontalo (Antaranews Jogja) - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengingatkan bahaya yang diakibatkan oleh penyakit campak dan rubela bila tidak dicegah dengan imunisasi.

"Kalau kena rubela, mungkin nggak meninggal, tapi cacatnya luar biasa, bisa kebutaan, ketulian, kita cegah ini," kata Nila dalam diskusi bersama media di Gorontalo, Senin.

Selain itu, Nila juga mengingatkan bahaya penyakit campak dengan mengambil contoh kasus kejadian luar biasa (KLB) campak yang disertai gizi buruk di Kabupaten Asmat Papua beberapa waktu lalu.

Nila mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu meributkan isu halal haram vaksin. Dia menegaskan bahwa perusahaan produsen vaksin Bio Farma merupakan produsen vaksin nomor empat terbesar di dunia yang sudah mengekspor vaksin ke 133 negara.

"Yang diekspor kepada negara-negara muslim. Negara kita ekspor vaksin ke negara muslim," kata Nila.

Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Kesehatan Muhamad Subuh menerangkan bahan baku vaksin MR produksi Bio Farma diimpor dari India.

Dia menjelaskan Majelis Ulama Indonesia melalui mediasi Bio Farma tengah berkoordinasi mengenai bahan baku vaksin MR dengan perusahaan produsen di India.

Namun Subuh menegaskan hingga saat ini belum ada lagi produsen bahan baku vaksin yang diakui oleh WHO selain dari India.

Subuh mengemukakan perhitungan ekonomi untuk mengimunisasi 10 ribu anak membutuhkan biaya Rp26 miliar. Namun biaya itu lebih efisien ketimbang harus mengeluarkan Rp1,1 triliun untuk pengobatan bila tidak dilakukan imunisasi. 
    
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah melaksanakan imunisasi massal vaksin MR di Pulau Jawa dan Bali pada 2017. Tahun ini pemerintah akan melakukan imunisasi MR massal di 28 provinsi di luar Pulau Jawa Bali pada Agustus-September mendatang.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar