Presiden Mesir desak perdamaian Israel-Palestina

id Mesir

Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi ( (The Egyptian Presidency/Handout via REUTERS)

Kairo (Antaranews Jogja) - Presiden Mesir Abdel-Fattah As-Sisi mendesak masyarakat umum Israel agar memanfaatkan peluang sangat besar yang tersedia bagi perdamaian dengan rakyat Palestina.

"Saya menyampaikan kepada masyarakat  Israel bahwa ada peluang yang sangat besar bagi kestabilan dan perdamaian sejati di wilayah ini, dengan menemukan penyelesaian bagi masalah ini," kata As-Sisi saat menjawab pertanyaan dalam konferensi pemuda dua-hari yang diselenggarakan di Cairo University, Mesir.

"Penyelesaian ini sama sekali takkan bertentangan dengan kestabilan dan keamanan kalian," kata As-Sisi melalui televisi.

Mengenai laporan yang beredar di media mengenai "Kesepakatan Abad Ini", yang ditaja AS bagi penyelesaian untuk konflik Palestina-Israel, As-Sisi kembali menyampaikan sikap tegas Mesir yang mendukung berdirinya Negara Palestina Merdeka dengan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya, berdasarkan perbatasan pra-1967 dan resolusi terkait PBB.

"`Kesepakatan Abad ini` adalah istilah media dan bukan istilah politik," kata As-Sisi, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.

"Kami tak bisa menerima apapun yang tak diterima oleh rakyat Palestina dan kami mendukung apa yang mereka dukung," tegasnya.

Presiden Mesir itu mengatakan upaya para pakar di Mesir untuk mencapai perujukan antar-rakyat Palestina "untuk memiliki kepemimpin bersatu bagi perundingan mengenai masalah Palestina".

Konflik Palestina-Israel, yang berlangsung selama beberapa dasawarsa, telah berlangsung sejak Israel menduduki wilayah Palestina dan pembentukan Israel, yang didukung Barat, pada 1948.

Masyarakat internasional menganggap Israel bertanggung-jawab atas kebuntuan proses perdamaian dengan Palestina akibat kebijakan perluasan permukiman Yahudinya di wilayah Palestina yang diduduki.

Israel adalah sekutu nomor satu Amerika Serikat di wilayah itu. Presiden AS Donald Trump telah pada penghujung 2017 mengakui Kota Suci Jerusalem sebagai ibu kota Israel kendati ada penentangan di wilayah tersebut dan masyarakat internasional.
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar