Sleman menjadi proyek percontohan literasi digital

id digital

ilustrasi sekolah digital (( antaranews.com))



Sleman (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi proyekpercontohan program nasional Literasi Digital Inklusi atau LIDI untuk melatih kreatifitas dan kemandirian siswa sekolah terkait pengetahuan tentang sistem informasi dan komunikasi (SIK).

     

"LIDI merupakan program nasional inisiasi Kantor Staf Kepresidenan (KSP), bekerja sama dengan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan komunitas IT Code4nation," kata Project Manager LIDI dan co-founder Code4Nation Marina Kusumawardhani dalam rilis resmi yang diterima Dinas Komunikasi dan Infomatika Kabupaten Sleman, Senin.

     

Menurut dia, LIDI sendiri berada dalam kerangka program nasional 100 "smart cities".

     

"Kabupaten Sleman ditunjuk sebagai pilot project program yang berisikan pelatihan coding membuat games untuk siswa dan guru SMP ini," katanya.

     

Ia mengatakan, anak-anak bukan hanya di kota-kota tapi juga di daerah, harus dibekali ilmu pengetahuan SIK (Sistem Informasi dan Komunikasi) agar tidak semakin tertinggal dan terperosok lebih jauh dalam ketidaksetaraan.

     

"Dengan menggandeng Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, pelatihan ini akan dilaksanakan selama tiga hari mulai Senin (13/8) hingga Kamis (16/8)," katanya.

     

Marina mengatakan, pelatihan bagi guru diharapkannya mampu menjadi bekal guru untuk mentransfer hasil pelatihan terhadap siswa di sekolah tempat mereka mengajar.

     

"Selain guru, siswa SMP pun diikutsertakan dalam pelatihan tidak lain untuk mengenalkan coding yang ke depan diharapkan bisa membentuk hobi para siswa dalam dunia ini," katanya.

   

Ia mengatakan, pelatihan coding membuat games ini disesuaikan dengan minat peserta yang berisikan siswa-siswi SMP, yang bertujuan untuk melatih para siswa menjadi lebih kreatif, mandiri, dan membentuk generasi muda ini menjadi generasi pencipta yang mampu menghasilkan karya-karya yang membanggakan Indonesia.

     

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Sri Wantini mengatakan pihaknya sangat mendukung adanya pelatihan ini.

     

"Karena bagaimanapun juga anak-anak kami harus mempunyai bekal minimal tiga hal, yaitu karakter, literasi, dan kompetensi," katanya.

     

Menurut dia, kegiatan pelatihan ini menjadi bekal anak didik terkait dengan literasi agar anak-anak literat tidak hanya dari sisi literasi baca dan tulis tetapi termasuk juga literat IT, budaya, kebangsaan, dan bahasa.

     

"Kegiatan yang diikuti 30 peserta dari 10 SMP di Kabupaten Sleman ini diharapkan bisa memberikan motivasi dan meningkatkan kompetensi anak-anak. Agar anak-anak minimal memiliki empat kompetensi yaitu berpikir kritis, memiliki kemampuan kreativitas yang positif dan tinggi, kemudian memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, dan juga memiliki kemampuan bekerjasama," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar