Warga Yogyakarta diimbau intensifkan pola hidup bersih sehat antisipasi pancaroba

id cuci tangan

Cuci tangan (Foto ANTARA/Eka Arifa R/ags/16)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengimbau warga untuk mengintensifkan pelaksanaan pola hidup bersih dan sehat sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kondisi kesehatan tubuh dan lingkungan sebagai antisipasi musim pancaroba.
   
“Yogyakarta sudah mulai hujan sehingga terjadi perubahan suhu dari biasanya panas menjadi lebih dingin. Tentunya, hal ini bisa menimbulkan dampak pada penularan sejumlah penyakit jika kondisi tubuh tidak fit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Fita Yulia di Yogyakarta, Kamis.
   
Oleh karena itu, lanjut Fita, masyarakat tetap harus menjaga dan menjalankan pola hidup bersih dan sehat dengan cara menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga asupan gizi agar tidak mudah terserang penyakit.
   
“Makan dengan gizi seimbang. Tetap mengonsumsi buah dan sayur serta tetap memperbanyak minum air mineral meskipun merasa tidak haus,” kata Fita.
   
Sejumlah penyakit yang biasanya menyerang saat musim pancaroba diikuti dengan musim hujan, di antaranya adalah influenza, batuk, pilek, cangkrang, gabag bahkan infeksi pada mata.
   
“Karena Yogyakarta adalah daerah endemik demam berdarah (DB), maka potensi penularan DB juga bisa meningkat. Harus dijaga bersama, jangan sampai menjadi wabah,” katanya.
     
Meskipun hingga saat ini jumlah kasus DB di Kota Yogyakarta cukup rendah dibanding kasus tahun lalu, lanjut Fita, masyarakat tetap tidak boleh lengah dan tetap menjaga kebersihan lingkungan serta tidak membiarkan munculnya genangan yang berpotensi digunakan untuk tempat perkembangbiakan nyamuk.
   
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Hari Wahyudi juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai potensi bencana yang muncul saat musim pancaroba.
   
“Misalnya saja peningkatan potensi hujan disertai angin kencang. Oleh karena itu, jika masyarakat menemukan pohon yang rawan tumbang, maka segera dipangkas rantingnya,” katanya.
   
BPBD Kota Yogyakarta, lanjut dia, juga selalu berkoordinasi dengan BMKG untuk pemutakhiran kondisi cuaca dan peringatan dini terhadap sejumlah potensi bencana seperti angin kencang dan hujan lebat.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar