Bus Antar Jaya dibakar massa setelah menabrak pengendara sepeda motor

id Bus dibakar

Bangkai bus Antar Jaya setelah dibakar masa di Jalan Wates Km 7 Kelurahan Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu malam. (Istimewa)

Sleman (ANTARA) - Sebuah bus Antar Jaya dibakar masa, Rabu malam, setelah menabrak seorang pengendara sepeda motor di Jalan Wates Km 7 Kelurahan Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu malam.

"Saya sampai di sini busnya sudah terbakar," kata Kepala Kepolisian Sektor Gamping, Kompol Hendri Multi saat ditemui di lokaai kejadian.

Menurut Hendri, peristiwa pembakaran bus terjadi setelah magrib pada pukul 18.00 WIB setelah bus bernomor polisi AD 1644 CF menabrak seorang pengendara sepeda motor. "Yang ditabrak warga di sini naik motor. Sopir sekarang dibawa ke Polres Sleman," kata dia.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Kepolisian Resor AKBP Rizki Ferdiansyah mengatakan pemicu pembakaran bus oleh masaa setempat kemungkinan karena korban yang ditabrak merupakan  warga setempat.

Menurut dia, tidak ada korban luka dalam pembakaran bus yang sebelumnya berisi 20 orang penumpang itu.

Rizki menyayangkan reaksi massa yang bertindak main hakim sendiri. "Tapi itu juga salah tidak boleh berlaku seperti itu. Kalau seperti itu namanya hukum rimba, seharusnya kan diserahkan ke pihak kepolisian biar segera ditangani," kata dia.

Ia mengatakan Polres Sleman segera melakukan pendalaman dan menyelidiki mengani kemungkinan adanya oknum yang memprovokasi massa. "Karena ini kejadian besar kita tangani di polres lah," kata dia.

Rina, warga setempat mengaku mengetahui saat peristiwa pembakaran. Karena ketakutan, ia yang saat itu berada tak jauh dari lokasi kejadian bergegas lari.

"Saya lihat di dalam bus ada orang tetapi yang jelas langsung turun setelah massa datang," kata dia.

Setelah peristiwa itu, lalu lintas di Jalan Wates sempat mengalami kamacetan sekitar 2 kilometer dari arah timur lokasi kejadian.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar