Cadangan beras Yogyakarta mencapai 10 persen dari target 120 ton

id beras, cadangan

Aktivitas bongkar muat beras di gudang Bulog Subdivre Rejang Lebong. (Foto dok.Antarabengkulu.com)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemenuhan cadangan beras di Kota Yogyakarta hingga akhir 2019 mencapai 10 persen dari ketentuan total cadangan beras yang harus dimiliki kota tersebut sesuai Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 22 Tahun 2019 yaitu 120 ton.

“Melalui APBD 2019, kami sudah melakukan pembelian untuk dua ton beras dan pada APBD Perubahan 2019 ditambah pengadaan 10 ton beras sehingga pada tahun ini total cadangan beras mencapai 12 ton,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, Pemerintah Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Taru Martani untuk pengelolaan penyimpanan beras.

Dalam kerja sama tersebut, Taru Martani yang selama ini dikenal sebagai perusahaan penghasil cerutu bisa menjual beras namun jika Pemerintah Kota Yogyakarta membutuhkan beras sewaktu-waktu, Taru Martani harus bisa langsung menyiapkannya.

“Jadi sifatnya ‘on call’, saat dibutuhkan harus langsung bisa disiapkan. Dengan kerja sama tersebut, maka beras akan selalu dalam kondisi yang baru,” kata Sugeng.

Beras yang dijadikan sebagai cadangan adalah beras kualitas medium jenis IR 64. Pemerintah Kota Yogyakarta mengalokasikan dana Rp10.000 untuk pengadaan beras per kilogram.

Cadangan beras tersebut akan dimanfaatkan jika terjadi bencana alam maupun bencana sosial seperti gejolak harga sehingga terjadi kenaikan harga beras yang signifikan sehingga menurunkan daya beli masyarakat.

“Misalnya saat terjadi bencana alam dan status tanggap darurat sudah dicabut sehingga BPBD Kota Yogyakarta sudah tidak bisa melakukan intervensi padahal masyarakat masih membutuhkan, maka cadangan beras bisa digulirkan,” katanya.

Sugeng menambahkan, Pemerintah Kota Yogyakarta akan memenuhi ketentuan jumlah cadangan beras yang harus dimiliki secara bertahap hingga 120 ton. Pada 2020, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta mengalokasikan anggaran untuk pengadaan 20 ton beras.

“Jika bisa dipenuhi lebih banyak, misalnya sampai 50 ton, tentu akan sangat bagus,” katanya.

 Ia mengatakan sampai saat ini cadangan beras tersebut sama sekali belum digunakan.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar